Jakarta, VIVA – Investasi hilirisasi bauksit mencatat lonjakan signifikan pada kuartal II 2026. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi di sektor tersebut mencapai Rp40,1 triliun atau melonjak 193 persen dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar Rp13,7 triliun.
Capaian tersebut menjadikan bauksit sebagai komoditas dengan realisasi investasi hilirisasi terbesar pada periode April-Juni 2026. Posisi itu sekaligus menggeser nikel yang selama ini menjadi penyumbang investasi terbesar di sektor pengolahan mineral.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan perubahan tersebut menjadi indikator bahwa pengembangan hilirisasi mineral di Indonesia mulai semakin merata dan tidak lagi hanya bergantung pada komoditas nikel.
"Kalau kita lihat, biasanya itu nikel selalu di nomor satu. Nah ini, ada shifting, bauksit menjadi nomor satu, karena memang ada beberapa pembangunan bauksit, baik yang dilakukan oleh dalam negeri maupun luar negeri, sehingga bauksit ini untuk pertama kali mengambil tempat nomor satu sesudah nikel," ujar Rosan dalam keterangan resminya.
Investasi Bauksit Lampaui Nikel
Berdasarkan data BKPM, investasi hilirisasi bauksit sebesar Rp40,1 triliun berhasil melampaui investasi hilirisasi nikel yang mencapai Rp29,4 triliun.
Sementara itu, komoditas lainnya mencatat realisasi investasi sebagai berikut:
- Bauksit: Rp40,1 triliun
- Nikel: Rp29,4 triliun
- Tembaga: Rp16,7 triliun
- Besi baja: Rp13,2 triliun
- Pasir silika: Rp4 triliun
Komoditas lainnya (timah, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, aspal Buton, dan logam tanah jarang): Rp4,7 triliun
Kinerja tersebut turut mendorong total realisasi investasi hilirisasi nasional pada kuartal II 2026 mencapai Rp152,7 triliun. Nilai itu meningkat 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontribusi investasi hilirisasi terhadap total investasi nasional juga cukup besar, yakni mencapai 29,8 persen dari total realisasi investasi nasional sebesar Rp511,8 triliun.
Pembangunan Smelter Jadi Pendorong
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Rosan, kenaikan investasi di sektor bauksit dipicu oleh pembangunan sejumlah fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter yang dilakukan investor domestik maupun asing.
Masuknya investasi tersebut menunjukkan bahwa program hilirisasi yang dijalankan pemerintah mulai memberikan dampak pada komoditas mineral lain selain nikel.
Halaman Selanjutnya
Selain meningkatkan nilai tambah industri, investasi hilirisasi juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru dalam jumlah besar.

10 hours ago
5











