Jakarta, VIVA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan kinerja keuangan solid sepanjang tahun 2025. Perseroan dan entitas anak perusahaan membukukan lonjakan laba bersih sebesar 4,9 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 57,5 triliun berkat penyaluran kredit berkualitas.
Dalam paparannya, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan kualitas kredit tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke level 4,8 persen dari tahun sebelumnya di kisaran 5,3 persen. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga terkendali di tingkat 1,7 persen, sementara pencadangan NPL serta LAR memadai masing-masing sebesar 183,8 persen dan 71,6 persen.
Hingga bulan Desember 2025, pertumbuhan total kredit mencapai 7,7 persen secara tahunan menjadi Rp 993 triliun. Dengan rata-rata pertumbuhan kredit sebesar 10,8 persen.
Penyaluran kredit usaha melesat 9,9 persen secara yoy mencapai Rp 756,5 triliun. Pembiayaan konsumer tercatat sebesar Rp 224,1 triliun didukung kredit pemilikan rumah (KPR) hingga Rp 142,3 triliun dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp 56,6 triliun.
"Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga. Hal ini selaras dengan komitmen perseroan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia," ujar Hera saat Paparan Kinerja Tahun 2025 di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn
Lebih lanjut, Hera menuturkan outstanding pinjaman konsumer lain yang didominasi kartu kredit tumbuh 9,8 persen secara tahunan menjadi Rp 25,2 triliun. Kredit kendaraan bermotor listrik mengalami peningkatan sebesar 53 persen secara yoy mencapai Rp 3,6 triliun.
Kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 11,7 persen menjadi Rp 255 triliun per Desember 2025 atau setara 25 persen dari total portofolio pembiayaan. Moncernya pembiayaan karena meningkatnya penyaluran dana ke sektor Energi Baru Terbarukan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 6,2 triliun.
Dari sisi pendanaan, nasabah perseroan cenderung menunjukkan minat menabung yang tinggi. Dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1 persen sebesar Rp1.045 triliun.
"Perseroan berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi nasional," kata Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, yang turit hadir dalam konferensi pers.
Halaman Selanjutnya
Hendra menambahkan, kinerja keuangan yang solid tidak lepas dari dukungan pemerintah dan otoritas. Faktor pendorong lainnya adalah berbagai penyelenggaran pameran finansial di tahun 2025, antara lain BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA.

15 hours ago
2















