Begal Makin Meresahkan, Polda Jabar Izinkan Warga Melakukan Perlawanan

3 weeks ago 6

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:50 WIB

Kota Bandung, VIVA - Masyarakat disebut boleh melakukan pembelaan diri secara terukur saat menghadapi pelaku begal. Sementara itu, kepolisian terus memperkuat patroli guna mencegah kejahatan jalanan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan mengatakan, masyarakat bisa melakukan perlawanan sebagai bentuk perlindungan diri sepanjang dilakukan secara proporsional serta tidak berlebihan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda untuk tindak tegas terukur. Ini tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh, dengan catatan dilakukan secara tegas dan terukur," ujar dia, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.

Kata Hendra, sepanjang bulan Juli 2026, pihaknya sudah membongkar sebanyak 24 kasus begal dan kejahatan jalanan. Hal itu termasuk 19 kasus yang sebelumnya viral di media sosial (medsos).

Menurutnya, informasi yang diunggah masyarakat melalui media sosial membantu kepolisian mengidentifikasi dan menelusuri berbagai tindak kejahatan yang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat.

Selain melakukan penindakan, Polda Jawa Barat juga meningkatkan patroli rutin, terutama pada malam hingga dini hari, dengan menambah jumlah personel di lapangan untuk mencegah aksi begal dan kejahatan jalanan lainnya.

Hendra menegaskan kepolisian akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan jalanan yang mengganggu keamanan dan meresahkan masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan yang belakangan meresahkan warga Bandung. 

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk memperkuat pengamanan di wilayah yang dinilai rawan kriminalitas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi Mulyadi menilai kondisi keamanan di Bandung Raya membutuhkan penanganan cepat. Karena itu, ia mendorong langkah teknis dan taktis agar masyarakat kembali merasa aman saat beraktivitas.

"Terima kasih ya berbagai pihak menyuarakan tentang kondisi keamanan di wilayah Bandung Raya karena munculnya banyaknya begal dan kejahatan kriminal lainnya," kata Dedi dalam keterangannya, Selasa 21 Juli 2026. (Ant)

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini

KPK Bongkar Dugaan Korupsi 32 Proyek Bupati Lombok Barat, Nilainya Capai Rp41,7 M

Bupati Lombok Barat diduga terlibat korupsi 32 paket proyek, termasuk rehabilitasi Taman Kota Gerung, lewat konflik kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa.

img_title

VIVA.co.id

22 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |