Jakarta, VIVA – Kesuksesan sering kali terlihat seperti sesuatu yang terjadi dalam satu momen. Ketika hasil akhirnya sudah terlihat, perhatian publik biasanya tertuju pada pencapaian yang diraih, sementara rangkaian proses panjang di belakangnya luput dari perhatian. Padahal, keberhasilan yang bertahan lama umumnya tidak dibangun dalam waktu singkat.
Di balik sebuah pencapaian, ada fondasi yang harus dibangun secara bertahap. Organisasi membutuhkan sistem yang kuat, sumber daya manusia harus terus dikembangkan, sementara budaya kerja perlu dibentuk agar setiap orang memiliki arah dan nilai yang sama. Ketiganya tidak dapat terbentuk hanya melalui satu keputusan atau satu kegiatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Proses menuju keberhasilan juga menuntut konsistensi. Target besar tidak cukup hanya didukung tekad, tetapi membutuhkan kerja yang dilakukan secara terus-menerus, evaluasi, serta kemampuan untuk bertahan ketika hasil belum terlihat. Pada tahap inilah komitmen diuji karena hasil dari kerja keras tidak selalu dapat langsung dirasakan.
Kesuksesan karena itu bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat mencapai garis akhir. Lebih dari itu, keberhasilan merupakan hasil dari kemampuan membangun fondasi, memperkuat kapasitas manusia, memperbaiki sistem, dan menjaga nilai yang menjadi pedoman bersama. Ketika fondasi tersebut kuat, pencapaian yang muncul bukan hanya menjadi hasil sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari proses yang berkelanjutan.
Gambaran mengenai kesuksesan yang membutuhkan proses panjang itu disampaikan Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Partai Perindo 2026. Ia menggunakan perjalanan Tim Nasional Norwegia sebagai contoh bahwa hasil yang terlihat hari ini merupakan buah dari proses panjang yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Perjalanan Panjang di Balik Keberhasilan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Partai Perindo menggelar Bimtek Partai Perindo 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 27–30 Juli 2026. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo dan diikuti 380 anggota DPRD Partai Perindo dari tingkat provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Mengusung tema "Bersatu dalam Nilai, Unggul dalam Aksi", kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan konsolidasi organisasi sekaligus peningkatan kapasitas kader menjelang agenda politik nasional.
Halaman Selanjutnya
Dalam pidato pembukaannya, Angela mengajak kader Partai Perindo melihat perjalanan Tim Nasional Norwegia yang menjadi kuda hitam di Piala Dunia 2026 setelah absen dalam enam gelaran sebelumnya. Menurutnya, keberhasilan Norwegia tidak muncul secara instan, melainkan dibangun melalui proses panjang.

1 week ago
15



















