Jakarta, VIVA – Setelah berpuasa selama 30 hari lamanya tentu kita merasakan adanya perubahan pada tubuh. Salah satu yang juga umum dirasakan pasca sebulan berpuasa adalah penurunan berat badan.
Ya penurunan berat badan pasca puasa terjadi lantaran pola makan yang berubah dari 3 kali dalam sehari menjadi 2 kali dalam sehari. Namun tidak sedikit juga dari kita yang malah mengalami kenaikan berat badan setelah berpuasa. Lantas mengapa demikian? Scroll lebih lanjut ya.
Terkait hal itu, spesialis penyakit dalam gastroenterologi hepatologi, Prof. Dr.dr. Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH punya penjelasannya. Dijelaskannya bahwa kenaikan berat badan setelah puasa menandakan lantaran kita tidak mengendalikan diri dalam makan dan minum.
"Jika berat badan Anda turun berarti Anda telah melakukan puasa sesuai anjuran. Jika berat badan Anda tetap atau bahkan naik berarti kita telah salah memaknai puasa, karena kita tidak melakukan pengendalian diri dalam hal mengonsumsi makan dan minum padahal kita sudah dikasih kesempatan untuk mengatur makan kita," kata dia.
Jika kita tetap terus makan berlebihan di hari lebaran maka otomatis berat badan akan mengalami kenaikan yang juga berlebih atau bahkan bisa lebih parah daripada sebelum kita menjalani ibadah puasa Ramadhan kemarin.
"Puasa adalah menahan makan dan minum. Puasa juga membawa makna adanya pengendalian diri. Dampak dari menahan makan dan mengendalikan makan adalah penurunan berat badan. Ingat bagaimana Islam menganjurkan kita untuk tidak berlebihan-lebihan. Pada saat puasa seharusnya kita bisa mengendalikan nafsu makan kita. Sehingga secara mudah kalau kita benar-benar melaksanakan puasa, berat badan kita akan turun. Asupan makan yang kurang selama berpuasa akan menyebabkan asupan kalori berkurang dan hal ini akan berdampak pada penurunan berat badan," jelasnya.
"Sehingga bagi orang-orang yang berpuasa dan berat badannya tidak turun bahkan berat badannya naik, boleh disebutkan bahwa sebenarnya tidak melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknyanya. Karena mereka yang berat badannya tetap atau naik berarti tidak bisa mengendalikan diri khususnya dalam hal makan. Dampak kita mengurangi makan, radikal bebas yang bersifat ‘racun’ akan menurun dan sebaliknya anti oksidan (anti racun) dalam tubuh kita akan meningkat," sambungnya lagi.
Ilustrasi puasa, gelas kosong
Photo :
- pixabay/ Serdar_A
Namun demikian, Prof. Ari mengingatkan masih ada Waktu untuk memperbaiki pola makan kita setelah Ramadhan ini. Dia juga mewanti-wanti untuk bijaksana dalam mengonsumsi hidangan lebaran.
"Masih ada waktu untuk memperbaiki dan menahan diri untuk tidak berlebih-lebihan dalam mengonsumsi makan dan minum. Godaan cukup besar di hari lebaran dan kita dianjurkan untuk puasa sunah Syawal sebagai upaya agar kita bisa tetap menjaga untuk selalu mengendalikan diri. Selamat menikmati Sajian lebaran dengan bijaksana," jelasnya
Halaman Selanjutnya
"Sehingga bagi orang-orang yang berpuasa dan berat badannya tidak turun bahkan berat badannya naik, boleh disebutkan bahwa sebenarnya tidak melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknyanya. Karena mereka yang berat badannya tetap atau naik berarti tidak bisa mengendalikan diri khususnya dalam hal makan. Dampak kita mengurangi makan, radikal bebas yang bersifat ‘racun’ akan menurun dan sebaliknya anti oksidan (anti racun) dalam tubuh kita akan meningkat," sambungnya lagi.