Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa kredit UMKM hanya tumbuh 0,16 persen secara year-on-year (yoy) pada April 2026, salah satunya disebabkan meningkatnya kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha P. Kuantan menyampaikan, rasio NPL UMKM tercatat melonjak ke 4,62 persen pada April 2026, sehingga memaksa pihak perbankan untuk lebih selektif menyalurkan kredit.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Untuk sektor-sektor UMKM, bank akan pilih-pilih karena risiko kreditnya meningkat sehingga mereka melakukan selective lending. Karena itu pertumbuhan kredit relatif tertahan," kata Dhaha dalam Media Briefing Bank Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dia mengatakan bahwa lonjakan NPL menjadi salah satu biang kerok perlambatan kredit UMKM pada periode April 2026 tersebut. Karena pihak perbankan mulai menghindari sektor riil, yang dianggap berisiko tinggi terutama yang bergantung pada daya beli kelas bawah yang sedang lesu.
Kondisi ini pun diakui Dhaha menjadi perhatian serius pihak Bank Sentral, yang kini tengah meracik kebijakan tambahan untuk mendorong kembali aliran kredit ke UMKM.
“Ini memang menjadi concern kita. Diperlukan kebijakan-kebijakan yang terus mendorong pertumbuhan UMKM. Dari sisi kami, akan kami perkuat lagi ke depan apa-apa yang bisa kami dorong," kata Dhaha
"Sehingga concern-nya memang banyak terkait NPL yang meningkat, dan daya beli masyarakat menengah bawah yang terbatas,” ujarnya.
Meskipun penyaluran kredit UMKM itu anjlok di April 2026, namun Dhaha masih meyakini bahwa tahun depan kondisi ini akan semakin membaik. Dia meyakini, program-program pemerintah yang menyasar langsung masyarakat akar rumput, bakal memulihkan daya beli sekaligus menekan NPL.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Program-program tersebut antara lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Kelurahan/Desa Merah-Putih (KDKMP), dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diyakini bakal turut menopang pertumbuhan kredit di tahun ini.
“Harapannya dengan adanya program pemerintah yang banyak menyasar masyarakat menengah bawah, seperti MBG, KDKMP, KUR, dan lain sebagainya, itu bisa membaik di tahun 2026,” ujarnya.
Inovasi Bisnis UMKM, Gadoeh Rasa Olah Hati Ayam Tinggi Protein Jadi Kremesan untuk Anak
Pelaku UMKM di Bandung kembali melahirkan inovasi kuliner, yang kali ini hadir melalui produk makanan pendamping anak yang berbeda dari biasanya yakni Kremes Hati Ayam.
VIVA.co.id
23 Mei 2026

1 day ago
4
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)