Jakarta, VIVA – Sindikat pencurian barang ekspor di kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akhirnya terbongkar. Ironisnya, aksi itu diduga melibatkan orang dalam yang bekerja di area kargo bandara.
Tiga pria ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara Soetta setelah diduga mencuri ratusan tas merek premium Lululemon yang hendak dikirim ke Shanghai, China. Nilai kerugian yang dialami perusahaan ekspor disebut menembus lebih dari Rp1 miliar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Polisi mengungkap, praktik pencurian ini ternyata bukan aksi dadakan. Para pelaku disebut sudah menjalankan modus serupa sejak 2024. Hal itu diungkap Kepala Satreskrim Polres Bandara Soetta, Komisaris Polisi Yandri Mono.
"Dari hasil penyelidikan diketahui jika kawanan pencuri ini telah beberapa kali melakukan pencurian tas sejak 2024 hingga 2026," tuturnya, Jumat, 15 Mei 2026.
Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku sudah tiga kali melakukan pencurian dalam jumlah besar. Namun, aksi dalam skala kecil disebut jauh lebih sering dilakukan tanpa terdeteksi.
"Tapi dalam jumlah kecil sudah sangat sering dan tidak pernah dilaporkan," ujarnya.
Tiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial R alias K, A dan F. Mereka ditangkap di wilayah Karawaci, Kota Tangerang, pada 29 April 2026 dini hari.
R disebut sebagai otak utama sindikat sekaligus eksekutor pencurian. Ia diketahui bekerja sebagai tim operasional ekspor di Kargo Bandara Soetta.
Kasus ini bermula ketika PT Pungkook Indonesia One, perusahaan ekspor asal Grobogan, Jawa Tengah, melaporkan hilangnya ratusan tas merek Lululemon yang dikirim ke China melalui maskapai Garuda Indonesia.
"Perusahaan tersebut sebelumnya mengirimkan 4.749 tas merek Lululemon dari Grobogan menuju Shanghai, China, melalui kargo Garuda Indonesia," ujar Yandri.
Tas-tas tersebut dikirim pada 10 April 2026 dan tiba di Bandara Soetta tiga hari kemudian sebelum dijadwalkan diterbangkan menuju Shanghai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun sesampainya di tujuan, pihak perusahaan mendapat kabar mengejutkan dari klien di China. Sebanyak 108 tas dilaporkan hilang dari total pengiriman.
"Namun, pada 20 April 2026, pihak perusahaan menerima notifikasi dari pelanggan di Shanghai bahwa terdapat 108 tas yang hilang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp213 juta," katanya.
Halaman Selanjutnya
Penyelidikan polisi kemudian mengarah ke area pergudangan Soewarna. Dari rekaman CCTV, ditemukan adanya puluhan karton yang sengaja dipisahkan dari jalur pemeriksaan X-ray.

7 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
