Blunder FIFA! Percakapan VAR Anthony Taylor Tersiar Langsung di Laga Senegal Vs Irak

4 hours ago 2

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:38 WIB

VIVA – Momen tak biasa terjadi dalam pertandingan Senegal melawan Irak pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026. Kesalahan teknis dari FIFA membuat komunikasi wasit Anthony Taylor dengan ruang Video Assistant Referee (VAR) terdengar secara langsung oleh penonton televisi.

Insiden tersebut terjadi di Stadion Toronto, Kanada, ketika kamera siaran ditempatkan tepat di samping monitor VAR yang digunakan Anthony Taylor untuk meninjau sebuah pelanggaran. Akibatnya, proses diskusi antara wasit utama dan tim VAR yang biasanya bersifat tertutup justru ikut tersiarkan ke seluruh dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anthony Taylor harus mengambil keputusan penting pada menit-menit awal pertandingan. Wasit asal Inggris itu diminta meninjau ulang pelanggaran bek Irak, Rebin Sulaka, terhadap penyerang Senegal, Sadio Mane, yang sedang berlari menuju gawang.

Awalnya Taylor hanya memberikan kartu kuning kepada Sulaka. Namun setelah melihat tayangan ulang melalui VAR, ia memutuskan mengubah hukumannya menjadi kartu merah karena menganggap pelanggaran tersebut menggagalkan peluang emas mencetak gol.

Anthony Taylor

Photo :

  • REUTERS/Benoit Tessier

Selama proses peninjauan berlangsung, penonton bisa mendengar percakapan lengkap antara Taylor dengan petugas VAR. Situasi tersebut menjadi perhatian karena transparansi seperti itu jarang terjadi dalam pertandingan FIFA.

"Ada pemain di sisi jauh yang akan mencapai bola? Berikan bola itu padaku. Jadi sentuhan selanjutnya dengan penyerang, satu sentuhan ke depan dan dia menembak ke gawang, ya?." kata Anthony Taylor dikutip dari Mirror.

"Pemain di sisi terjauh tidak akan bisa meraih bola sebelum dia menembak," lanjutnya.

Setelah memastikan seluruh sudut tayangan, Taylor kemudian mengumumkan keputusan akhirnya melalui pengeras suara stadion. Penjelasan itu sekaligus menegaskan alasan di balik perubahan kartu kuning menjadi kartu merah.

Anthony Taylor

Photo :

  • REUTERS/Benoit Tessier

"Setelah ditinjau, kiper nomor dua Irak melakukan pelanggaran menahan bola secara sengaja dan menggagalkan peluang mencetak gol yang jelas," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak ada pemain bertahan yang menjaga, oleh karena itu keputusan akhir saya adalah kartu merah," sambungnya.

Keputusan tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan. Irak harus bermain dengan 10 orang sejak awal laga sehingga Senegal leluasa mengendalikan permainan.

Halaman Selanjutnya

Tim berjuluk Singa Teranga memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan sangat efektif. Setelah unggul lebih dulu, Senegal terus menekan pertahanan Irak hingga menghasilkan pesta gol.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |