Buka Lapangan Kerja sambil Rehabilitasi Lingkungan, Begini Strategi IWIP dan Weda Bay Nickel

7 hours ago 1

Selasa, 22 September 2026 - 15:05 WIB

Jakarta, VIVA – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN), memperluas program rehabilitasi mangrove di Maluku Utara, sebagai bagian dari komitmen kepedulian lingkungan melalui upaya memperkuat ekosistem pesisir.

Setelah dikembangkan di Desa Kobe, Kabupaten Halmahera Tengah, program tersebut kini diperluas ke Desa Sil dan Desa Sowoli, Kabupaten Halmahera Timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program rehabilitasi yang telah berjalan sejak 2024 ini merupakan bagian dari roadmap IWIP dan WBN dengan target penanaman satu juta bibit mangrove secara bertahap. Hingga September 2026, sebanyak 36.500 bibit telah ditanam di sejumlah lokasi rehabilitasi.

Rehabilitasi mangrove IWIP dan WBN

Deputy Manager Hubungan Eksternal PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Fuad Albar mengatakan, rehabilitasi mangrove menjadi bagian dari upaya IWIP dan WBN dalam mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir.

Mangrove memiliki peran penting dalam melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai flora dan fauna, serta menyerap dan menyimpan karbon.

“Melalui program rehabilitasi mangrove, kami ingin memastikan kawasan yang direhabilitasi dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir dalam jangka panjang. Karena itu, prosesnya tidak berhenti pada penanaman, tetapi mencakup pembibitan, pemeliharaan, dan pemantauan, dengan melibatkan masyarakat,” kata Fuad dalam keterangannya, Selasa, 22 September 2026.

Dalam memperluas program ke lokasi baru, IWIP dan WBN menyesuaikan pendekatan rehabilitasi dengan karakteristik masing-masing kawasan, mulai dari kondisi lahan, pemilihan jenis mangrove hingga teknik penanaman dan pemeliharaannya.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dan kawasan rehabilitasi dapat dikelola secara berkelanjutan.

IWIP dan WBN juga memastikan ketersediaan bibit melalui pengembangan sistem pembibitan di tingkat desa. Bibit dari Desa Kobe dimanfaatkan untuk mendukung penanaman di Desa Sil dan Desa Sowoli. Selanjutnya, nursery di kedua desa tersebut dikembangkan untuk menyediakan bibit bagi lokasi rehabilitasi berikutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tahap awal, penyediaan bibit dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), dengan menyesuaikan jenis dan kebutuhan bibit dengan kondisi masing-masing wilayah.

Aspek keberlanjutan tersebut juga diperkuat melalui pelibatan masyarakat setempat. Warga terlibat dalam berbagai tahapan program, mulai dari pembibitan, penanaman, pemeliharaan hingga pemantauan mangrove.

Halaman Selanjutnya

"Program ini sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat serta memberikan pengalaman dan keterampilan dalam pengelolaan rehabilitasi mangrove. Para pekerja juga memperoleh perlindungan BPJS selama program berlangsung," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |