VIVA – Nama Sarwendah sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah beredar isu yang mengaitkan dirinya dengan praktik pesugihan di kawasan Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur. Berbagai potongan video dan narasi yang beredar memicu spekulasi publik hingga memunculkan tudingan bahwa mantan personel Cherrybelle itu melakukan ritual tertentu demi memperoleh kekayaan.
Namun, Sarwendah akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kabar yang dinilainya tidak sesuai fakta. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Gunung Kawi semata-mata untuk keperluan syuting sebuah program. Seluruh aktivitas yang dilakukan di lokasi pun merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan tradisi setempat, bukan ritual mistis seperti yang ramai diperbincangkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam perbincangannya di kanal YouTube Denny Sumargo, Sarwendah menjelaskan bahwa dirinya bersama seluruh kru mengikuti arahan dari juru kunci atau pengelola setempat sebagai bentuk penghormatan sebelum memulai proses pengambilan gambar.
Mengikuti Adat Sebelum Memulai Syuting
Sarwendah menangis di podcast Denny Sumargo
Photo :
- Instagram Denny Sumargo
Sarwendah mengatakan seluruh tim diminta menjalankan tradisi yang biasa dilakukan oleh setiap tamu yang datang untuk berkegiatan di kawasan Gunung Kawi. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari etika saat memasuki kawasan wisata religi yang memiliki aturan adat tersendiri.
"Ya kan mereka (kuncen) kasih, jadi untuk menghormati gitu loh. Jadi kita semua, bukan aku doang, semua tim melakukan kayak matur nuhun, adat. Menghormati adat untuk melakukan proses syuting," jelas Sarwendah, mengutip video YouTube Denny Sumargo, Kamis 30 Juli 2026.
Ia kemudian membeberkan bahwa setibanya di lokasi, rombongan diminta mengikuti prosesi sederhana sebagai bentuk izin kepada pengelola dan penghormatan terhadap budaya yang berlaku di kawasan tersebut. Salah satunya adalah melakukan tradisi berterima kasih serta makan nasi kuning bersama seluruh kru sebelum proses syuting dimulai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jadi pas datang kita disuruh kayak matur nuhun, izin. Jadi ada adat di situ yang harus dilakukan, harus makan nasi kuning bareng-bareng sama kru," jelas Sarwendah.
Bagi Sarwendah, kegiatan tersebut tidak memiliki unsur mistis sama sekali. Ia menegaskan bahwa prosesi itu hanyalah bentuk penghormatan kepada masyarakat setempat yang telah memberikan izin penggunaan lokasi syuting.
Halaman Selanjutnya
"Menghormati, karena kan kita datang ke sana izin mau syuting," sambungnya.

1 week ago
13



















