Bukan Sekadar Cari Kerja, Generasi Muda Didorong Jadi Pencipta Lapangan Kerja

3 weeks ago 24

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong perguruan tinggi di seluruh Indonesia tidak hanya mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang berani menjadi pengusaha dan pencipta lapangan kerja.

Komitmen tersebut disampaikan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik saat menghadiri kegiatan Wirausaha Muda Mahasiswa (WIBAWA) Grow Day 2026 bertema Berani Mulai, Siap Bertumbuh di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Riza, kampus memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan pola pikir kewirausahaan bagi mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan di masa depan.

"Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja. Kampus juga harus menjadi tempat lahirnya inovator, pengusaha, dan pencipta lapangan kerja. Tidak semua lulusan harus menjadi pengusaha, namun setiap lulusan wajib memiliki pola pikir kewirausahaan, yakni peka melihat masalah, berani mengambil risiko secara terukur, mampu menghadirkan solusi, serta menciptakan nilai bagi masyarakat," ujarnya, dikutip Selasa, 21 Juli 2026.

Dia menjelaskan, Kementerian UMKM terus memperkuat kapasitas wirausaha muda melalui berbagai program kolaboratif. Salah satunya lewat PRO-KESRA Produktif yang menjadi bagian dari penyelenggaraan WIBAWA Grow Day 2026.

Riza menegaskan pemerintah ingin memastikan setiap ide usaha yang dimiliki generasi muda tidak berhenti sebatas gagasan, tetapi mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

"Ide yang baik belum tentu menjadi bisnis yang baik. Ide harus diuji, produk harus menjawab kebutuhan, pasar harus dipahami, keuangan harus dicatat, dan usaha harus terus diperbaiki," katanya.

Menurut dia, penyelenggaraan WIBAWA Grow Day 2026 juga merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Aturan tersebut menjadi landasan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kebijakan besar ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada tahun 2029 dan mencapai target optimistis 8 persen pada tahun 2045," ujarnya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, seluruh rangkaian PRO-KESRA Produktif akan terintegrasi dengan SAPA UMKM, platform layanan terpadu milik Kementerian UMKM yang memberikan akses pengembangan usaha bagi para wirausaha.

Halaman Selanjutnya

Riza berharap kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dapat melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan memiliki daya saing sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |