Buntut Wabah Ebola, AS Larang Warga Afrika Masuk Wilayah Amerika

3 weeks ago 10

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:25 WIB

Jakarta, VIVA Amerika Serikat melarang warga negara Afrika, khususnya dari Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan masuk ke wilayah Amerika dalam waktu 21 hari sebelum kedatangannya.

Larangan tersebut dilaporkan langsung oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"CDC mengeluarkan instruksi terkait penangguhan masuk ke Amerika Serikat bagi warga negara asing yang berada di Republik Demokratik Kongo, Uganda, maupun Sudan Selatan dalam kurun waktu 21 hari sebelum ketibaan," kata CDC dalam pernyataannya, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.

Pembatasan itu berlaku selama 30 hari, yang kemudian CDC akan memutuskan apakah akan memperpanjang atau mencabut kebijakan tersebut.

Warga negara AS dan pemegang kartu hijau diizinkan masuk, namun mereka harus menjalani pemeriksaan lebih ketat. Pemegang kartu hijau adalah orang-orang yang memiliki izin tinggal tetap resmi di AS.

Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, mereka harus diarahkan ke Bandara Internasional Washington-Dulles.

Pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo dan Uganda berada dalam status darurat dan menjadi ancaman bagi negara-negara lain.l

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data terkini dari otoritas Kongo mencatat terdapat 131 kematian akibat virus tersebut. Wabah Ebola di Kongo sebelumnya pernah berakhir pada Oktober 2025. (Ant)

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump

Perang Lawan Iran Bikin Stok Rudal AS Terkuras Demi Lindungi Israel

sebuah laporan yang dimuat The Washington Post Kamis kemarin, Amerika Serikat disebut menanggung sebagian besar beban pertahanan rudal Israel selama perang melawan Iran.

img_title

VIVA.co.id

22 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |