Bursa Asia Bervariasi Usai Wall Street Cetak Rekor, Tarif Trump Jadi Sorotan Lagi

5 hours ago 2

Selasa, 1 Juli 2025 - 09:23 WIB

Jakarta, VIVABursa Asia-Pasifik bervariatif pada pembukaan perdagangan Selasa, 1 Juli 2025. Fluktuasi indeks disebabkan sikap investor menilai rekor keuntungan di Wall Street dan dampak global dari kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengingat penangguhan tarif akan berakhir minggu depan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, ada negara-negara yang bernegosiasi dengan itikad baik. Bessent mengatakan, tidak menutup kemungkinan bahwa persentase tarif dapat ditingkatkan kembali sesuai pengumuman pada 2 April 2025.

"Jika kita tidak dapat melewati batas karena mereka bersikap keras kepala," ujar Bessent, dikutip dari CNBC Internasional pada Selasa, 1 Juli 2025.

Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,58 persen setelah mencapai titik tertinggi dalam lebih dari 11 bulan pada sesi sebelumnya. Indeks Topix tergerus sebanyak 0,29 persen.

Papan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia

Photo :

  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Di Korea Selatan,  indeks Kospi melesat 1,16 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil juga mencatat kenaikan sebesar 0,62 persen.

Indeks S&P/ASX 200 melonjak sebesar 0,25 persen. Pasar Hong Kong tutup karena hari libur umum.

Pada Senin, 30 Juni 2025, bursa AS kinclong usai Kanada membatalkan pajak layanan digitalnya dalam upaya negosiasi perdagangan dengan AS. Keputusan diambil setelah Trump mengatakan AS akan menghentikan semua diskusi tentang perdagangan dengan Kanada pada Jumat, 27Juni 2025.

Indeks S&P 500 meningkat 0,52 persen dan ditutup pada level 6.204,95. Nasdaq Composite menguat 0,47 persen sekaligus mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa (all high time/ATH) di posisi 20.369,73. 

Indeks Dow Jones Industrial Average turut mencatat kenaikan sebesar 275,50 poin atau 0,63 persen. Alhasil, indeksb berhasil terbang ke level 44.094,77.

Halaman Selanjutnya

Pada Senin, 30 Juni 2025, bursa AS kinclong usai Kanada membatalkan pajak layanan digitalnya dalam upaya negosiasi perdagangan dengan AS. Keputusan diambil setelah Trump mengatakan AS akan menghentikan semua diskusi tentang perdagangan dengan Kanada pada Jumat, 27Juni 2025.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |