Bursa Asia Dibuka Beragam saat Sinyal Damai AS-Iran Masih Samar

4 weeks ago 18

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:27 WIB

Jakarta, VIVA - Bursa Asia-Pasifik dibuka beragam pada awal perdagangan hari ini, Kamis, 26 Maret 2026. Fluktuasi menyusul sikap Iran menolak pertemuan langsung dengan Amerika Serikat (AS) meskipun pihak Teheran tengah mempertimbangkan proposal perdamaian yang diajukan Washington untuk mengakhiri perang

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan pertukaran pesan antara kedua negara melalui mediator tidak berarti negosiasi dengan AS. Sebelumnya, media pemerintah Iran melaporkan bahwa negara itu akan menolak tawaran gencatan senjata AS dan telah menguraikan sejumlah persyaratan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahli Strategi Valuta Asing dan Suku Bunga Global di Macquarie Group, Thierry Wizman, menuturkan gencatan senjata belum akan terjadi dalam waktu dekat. Menurutnya, saat ini perang memasuki fase ketiga, yaitu ‘berbicara dan bertempur,’ bukan hanya berbicara saja, atau hanya bertempur saja.

“Intensifikasi aksi militer oleh AS dalam upaya mendorong Iran untuk membuat konsesi penting kemungkinan akan terjadi dalam dua minggu ke depan, sebelum operasi tempur besar berhasil, mungkin pada pertengahan April,” kata Wizman dikutip dari CNBC Internasional, Kamis, 26 Maret 2026. 

Ilustrasi perang Iran vs Israel

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,28 persen. Indeks Topix ikut membukukan penguatan sebesar 0,43 persen. 

Di Korea Selatan, indeks Kospi merosot 1,55 persen. Sedangkan indeks Kosdaq yang terdiri dari saham berkapitalisasi kecil hampir tidak berubah.

Indeks S&P/ASX 200 Australia juga dibuka datar. Indeks Hang Seng Hong Kong berjangka meningkat ke level 25.268 dari posisi sebelumnya di area 25.335,95.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, bursa AS ditutup kinclong. Indeks S&P 500 melesat 0,54 persen menjadi 6.591,90. 

Nasdaq Composite melonjak 0,77 persen ke level 21.929,83. Indeks Dow Jones Industrial Average  naik 305,43 poin atau 0,66 persen ke posisi 46.429,49.

Ilustrasi Emas

Harga Emas Dunia Pulih, Naik 2 Persen saat Minyak Terkoreksi

Harga emas dunia pulih bersamaan penurunan harga minyak global seiring dan Trump kirim proposal perdamaian ke Iran. Goldman Sachs proyeksi bisa tembus segini.

img_title

VIVA.co.id

26 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |