Buya Yahya Jelaskan soal Anjuran Itikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

1 hour ago 1

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:40 WIB

Jakarta, VIVA – Memasuki penghujung bulan Ramadhan, umat Islam biasanya semakin meningkatkan ibadah untuk meraih pahala yang lebih besar. Salah satu amalan yang sering dianjurkan adalah itikaf, yaitu berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ibadah seperti salat, zikir, dan membaca Al-Quran.

Pendakwah Buya Yahya menjelaskan bahwa itikaf merupakan amalan yang dianjurkan selama bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh hari terakhir. Pada masa tersebut, umat Islam dianjurkan untuk lebih fokus dalam beribadah dan memperbanyak doa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Buya Yahya, itikaf sebenarnya bisa dilakukan sejak awal Ramadhan hingga pertengahannya. Namun, keutamaan yang paling besar berada pada sepuluh hari terakhir bulan suci tersebut.

“Itikaf asril awakiri dan itikaf di 10 akhir bulan Ramadhan. Itu sangat dikukuhkan. Itikaf dari awal adalah dianjurkan. Itikaf di pertengahan dianjurkan. Tapi Itikaf 10 akhir bulan Ramadhan sangat-sangat dianjurkan karena Nabi sendiri melakukannya dan mengajak keluarga beliau untuk melaksanakan Itikaf,” jelas Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV pada Jumat, 13 Maret 2026. 

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa praktik itikaf bukan sekadar tradisi yang dilakukan sebagian umat Islam, tetapi memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Nabi Muhammad SAW sendiri dikenal rutin melaksanakan itikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Sepuluh hari terakhir Ramadhan memang memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Pada waktu inilah umat Islam dianjurkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT karena terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar. Malam tersebut diyakini lebih baik dari seribu bulan dan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak ibadah serta memohon ampunan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Itikaf menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan ibadah di waktu-waktu tersebut. Dengan berdiam diri di masjid, seseorang dapat lebih fokus beribadah tanpa terganggu oleh aktivitas duniawi. Selama menjalani itikaf, umat Islam biasanya memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Quran, berzikir, serta memanjatkan doa.

Selain meningkatkan kualitas ibadah, itikaf juga dapat menjadi sarana untuk merenung dan memperbaiki diri. Banyak orang memanfaatkan momen ini untuk mengevaluasi perjalanan hidupnya sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Halaman Selanjutnya

Tradisi itikaf sendiri masih banyak dijumpai di berbagai masjid, terutama saat memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Sebagian umat Islam bahkan memilih untuk menginap di masjid selama beberapa hari agar dapat lebih fokus menjalankan ibadah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |