Jakarta, VIVA – Banyak orang sibuk mencari cara agar mobil lebih irit, mulai dari memakai BBM dengan oktan tinggi sampai rutin servis ke bengkel. Padahal, salah satu penyebab bensin cepat habis justru berasal dari kebiasaan pengemudi sendiri saat berada di balik kemudi.
Tanpa disadari, gaya berkendara yang terlalu agresif bisa membuat konsumsi BBM melonjak drastis. Bahkan dalam kondisi tertentu, pemborosan bahan bakar disebut bisa mencapai 40 persen lebih tinggi dibanding cara mengemudi normal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kebiasaan yang paling sering dilakukan adalah injak gas terlalu spontan saat lampu hijau menyala atau jalan mulai kosong. Banyak pengemudi merasa mobil harus langsung melesat cepat, padahal momen itu justru membuat mesin bekerja ekstra keras.
Saat pedal gas diinjak dalam-dalam, suplai bahan bakar ke ruang bakar ikut meningkat agar tenaga mobil bisa keluar lebih besar. Akibatnya, bensin terkuras lebih cepat meski perjalanan belum tentu lebih efisien.
Disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Kamis 28 Mei 2026, hal lain yang sering dianggap sepele adalah kebiasaan rem mendadak. Pengemudi yang suka akselerasi agresif biasanya juga lebih sering mengerem keras karena jarak kendaraan semakin pendek.
Kondisi tersebut membuat energi yang sebelumnya dipakai untuk membangun kecepatan akhirnya terbuang sia-sia. Setelah itu, mesin kembali dipaksa bekerja keras untuk mendapatkan kecepatan semula.
Karena itu, salah satu cara paling efektif menghemat BBM sebenarnya bukan lewat modifikasi mahal, melainkan mengubah pola berkendara menjadi lebih halus dan stabil.
Menjaga kecepatan konstan, mengurangi akselerasi mendadak, serta membaca kondisi jalan lebih awal agar tidak sering rem mendadak bisa membantu konsumsi BBM jauh lebih efisien.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain lebih hemat, gaya mengemudi seperti ini juga membuat komponen kendaraan lebih awet. Ban, rem, hingga transmisi tidak cepat mengalami keausan karena tidak dipaksa bekerja terlalu berat setiap saat.
Di jalan tol misalnya, banyak pengemudi mengira semakin cepat mobil melaju maka perjalanan akan jauh lebih efisien. Padahal pada kecepatan tinggi, hambatan angin meningkat dan mesin membutuhkan lebih banyak tenaga untuk mempertahankan laju kendaraan.
Uang Saja Enggak Cukup buat Membeli Mobil Ini
Di dunia otomotif, uang biasanya jadi penentu utama untuk membeli mobil impian. Tapi tidak dengan Toyota GR Yaris edisi terbaru seharga hampir Rp1 miliar ini.
VIVA.co.id
28 Mei 2026

7 hours ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)