Jakarta, VIVA – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) membukukan Laba Sebelum Pajak atau Profit Before Tax (PBT) sebesar Rp 142 miliar per April 2026, tumbuh signifikan 1,52 persen secara tahunan alias year-on-year (yoy).
"Kinerja positif ini mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan berbasis ekosistem, yang dijalankan secara disiplin dan prudent pasca IPO pada Desember 2025," kata Manajemen Superbank dalam keterangannya, Jumat, 22 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertumbuhan bisnis Superbank juga terus didorong oleh ekspansi yang kuat di berbagai lini utama. Total aset meningkat 71,5 persen (yoy) menjadi Rp 24,0 triliun, sejalan dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp 12,2 triliun atau tumbuh 55,4 persen (yoy).
Pertumbuhan kredit ini salah satunya ditopang oleh semakin luasnya penetrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS), melalui berbagai touchpoint strategis dalam ekosistem digital.
Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 98,4 persen (yoy) menjadi Rp 15,1 triliun. Sementara Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) meningkat 84,5 persen (yoy) menjadi Rp 671 miliar, seiring dengan pertumbuhan bisnis yang sehat dan efisiensi operasional berbasis digital-first.
"Momentum pertumbuhan ini juga diperkuat oleh semakin dalamnya integrasi Superbank dengan ekosistem digital para pemegang sahamnya," ujarnya.
Superbank juga terus menghadirkan layanan perbankan yang seamless dan relevan bagi kebutuhan nasabah, melalui berbagai inovasi berbasis ekosistem.
Termasuk peluncuran ‘Kartu Untung’ bersama KakaoBank serta integrasi PAS, yang kini memungkinkan pengguna dalam ekosistem Grab dan OVO mengakses layanan pinjaman secara langsung tanpa perlu berpindah aplikasi atau mengunduh aplikasi Superbank secara terpisah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Inovasi ini melengkapi berbagai integrasi strategis sebelumnya, seperti pembukaan rekening langsung di aplikasi Grab sejak Juni 2024 serta ‘OVO Nabung by Superbank’, yang terus memperluas akses layanan keuangan digital secara aman, praktis, dan inklusif bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.
Diketahui, salah satu pemegang saham utama Superbank, Grab, mengumumkan akan melakukan konsolidasi keuangan Superbank. Langkah ini dilakukan melalui pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. kepada GXS Bank Pte. Ltd. (GXS Bank), yang merupakan bank digital terkemuka asal Singapura yang dimiliki dan didukung oleh konsorsium Grab dan Singtel.
Halaman Selanjutnya
Setelah transaksi ini selesai, kepemilikan saham Grab di Superbank secara langsung dan tidak langsung akan meningkat menjadi lebih dari 50 persen, sehingga laporan keuangan Superbank akan terkonsolidasi dengan laporan keuangan Grab.

3 weeks ago
18














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)