China Respons AS Hentikan Sementara Penjualan Senjata ke Taiwan

3 weeks ago 10

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:00 WIB

Beijing, VIVA – Kementerian Luar Negeri China menyebut tetap menentang penjualan senjata oleh Amerika Serikat ke Taiwan meski saat ini aktivitas tersebut dihentikan sementara karena perang Iran.

"Penentangan China terhadap penjualan senjata AS ke wilayah Taiwan konsisten, jelas, dan tegas," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat 22 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan pemberitaan, AS mengumumkan penundaan penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS (sekitar Rp248 triliun) kepada Taiwan karena perang dengan Iran masih berlanjut.

Presiden AS Donald Trump mengindikasikan penundaan penjualan senjata kepada Taiwan itu untuk alasan menjadikannya "alat negosiasi" dengan China.

"Saya belum menyetujuinya. Kita lihat nanti apa yang terjadi. Saya mungkin akan melakukannya (menjual senjata ke Taiwan). Saya mungkin juga tidak akan melakukannya," kata Trump kepada Fox News.

Usai lawatan ke China pada 13-15 Mei, Trump mengatakan telah membahas isu tersebut secara rinci dengan Presiden China Xi Jinping, sebelum memutuskan dalam waktu dekat soal penjualan itu.

Guo Jiakun juga menyebut China tetap tidak menyetujui setiap pertukaran resmi antara AS dan wilayah Taiwan.

"China mendesak AS untuk menerapkan pemahaman bersama yang penting antara kedua pemimpin China dan AS, menghormati komitmen dan pernyataannya, berhati-hati dalam menangani masalah Taiwan, berhenti mengirimkan pesan yang salah kepada kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan', dan menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan serta momentum perkembangan hubungan China-AS yang stabil dengan tindakan nyata," ungkap Guo Jiakun.

AS diketahui selama beberapa dekade mematuhi "Six Assurances", enam prinsip kebijakan luar negeri yang mengatur hubungan AS-Taiwan sejak 1982 pada masa Presiden Ronald Reagan yang salah satu kesepakatannya menyatakan bahwa AS tidak berkonsultasi dengan China terkait penjualan senjata ke Taiwan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao menjelaskan keputusan penundaan penjualan senjata ke Taiwan itu akan dilakukan oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Cao menegaskan bahwa militer Amerika masih memiliki cukup rudal dan sistem pencegat, meskipun muncul sorotan atas laporan persediaan amunisi AS menipis.

Halaman Selanjutnya

"Saat ini, kami sedang menghentikan sementara (penjualan senjata ke Taiwan) untuk memastikan kami memiliki amunisi cukup untuk operasi Epic Fury; yang sebenarnya kami punya banyak (senjata), tetapi kami hanya memastikan kami memiliki semuanya," kata Menteri Cao dalam Sidang Komite Senat, Kamis 21 Mei 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |