Jumat, 8 Mei 2026 - 10:57 WIB
Jakarta, VIVA – Center for Islamic Studies in Finance, Economics, and Development atau CISFED meminta pemerintah Indonesia mengambil sikap yang lebih tegas dan konsisten terhadap Israel menyusul memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat Palestina.
CISFED menilai kondisi di Palestina telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan dan mengandung indikasi kuat pelanggaran hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Konvensi Jenewa, serta Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Chairman CISFED, Farouk Abdullah Alwyni, menyebut pandangan International Court of Justice serta laporan Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, semakin menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil Palestina dan perlunya akuntabilitas global atas dugaan pelanggaran kemanusiaan.
Jalur Gaza setelah gencatan senjata (ilustrasi)
Photo :
- ANTARA/Anadolu/py
“Situasi kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat telah mencapai tingkat yang sangat memprihatinkan, dengan indikasi kuat pelanggaran hukum internasional,” kata Farouk dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Mei 2026.
CISFED menilai Indonesia perlu tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sekaligus menolak agresi militer Israel ke sejumlah negara di kawasan Asia Barat seperti Lebanon, Suriah, dan Iran yang dinilai berpotensi memperluas konflik regional.
“Indonesia perlu mengambil sikap tegas dan konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta menolak segala bentuk agresi militer Israel ke Libanon, Suriah, dan Iran yang berpotensi memperluas konflik kawasan,” ujarnya.
Pernyataan itu juga menyoroti dampak langsung konflik terhadap Indonesia. Mereka menyinggung insiden tewasnya pasukan penjaga perdamaian Indonesia serta pengambilalihan Rumah Sakit Indonesia di Gaza oleh militer Israel sebagai bukti bahwa konflik tersebut tidak lagi bersifat jauh dan abstrak bagi masyarakat Indonesia.
“Kepentingan, simbol kemanusiaan, bahkan nyawa warga negara Indonesia telah ikut terdampak oleh politik ekspansionis Zionis Israel,” ucapnya.
“Karena itu, Indonesia perlu mengambil sikap yang lebih tegas, konsisten, dan berbasis prinsip kemanusiaan serta hukum internasional,” sambungnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain isu geopolitik, CISFED juga menyoroti perlunya kewaspadaan terhadap penetrasi kepentingan yang disebut terkait Zionisme Israel di sektor ekonomi dan politik pemikiran di Indonesia.
Salah satu yang disorot ialah keberadaan PT Ormat Geothermal Indonesia yang disebut memiliki keterkaitan historis dengan jaringan korporasi global Israel. CISFED meminta pemerintah meningkatkan due diligence terhadap investasi asing, khususnya di sektor strategis seperti energi.
Halaman Selanjutnya
“Pemerintah didorong untuk meningkatkan kehati-hatian terhadap investasi dan aktivitas ekonomi asing yang terafiliasi dengan kepentingan Zionis Israel, khususnya di sektor strategis seperti energi,” tulis CISFED.

6 days ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)