Coba Geely EX2 untuk Perjalanan Luar Kota, Ini yang Paling Terasa

2 hours ago 3

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:00 WIB

Mencoba kendaraan listrik di rute luar kota selalu jadi cara paling menarik untuk mengetahui karakter asli sebuah mobil. Tidak hanya soal jarak tempuh, tetapi juga bagaimana performa, kenyamanan, hingga efisiensi benar-benar bekerja di kondisi jalan yang beragam.

Kesempatan itu saya rasakan saat menjajal langsung Geely EX2 varian MAX dari Geely dalam perjalanan dari Jakartamenuju Sumedang. Rute ini cukup lengkap untuk menguji sebuah mobil listrik, mulai dari kemacetan ibu kota, jalan tol berkecepatan tinggi, hingga jalur menanjak dan berliku khas daerah pegunungan Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesan pertama saat melihat Geely EX2 adalah tampilannya yang simpel, tetapi tetap modern. Dimensinya tidak terlalu besar untuk ukuran SUV, justru terasa pas untuk penggunaan perkotaan. Posisi duduk pengemudi juga cukup nyaman dengan visibilitas yang baik ke segala arah.

Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa dari layar sentuh 14,6 inci yang mendominasi dashboard. Sistem infotainment Flyme Auto tampil cukup responsif saat digunakan untuk navigasi maupun pengaturan kendaraan. Varian MAX juga mendapat tambahan ambient light 256 warna yang membuat suasana kabin terasa lebih premium, terutama saat perjalanan malam hari.

Jok berlapis perforated leatherette terasa nyaman digunakan untuk perjalanan panjang. Kursi pengemudi juga sudah elektrik, sehingga memudahkan mencari posisi duduk ideal sebelum perjalanan dimulai.

Saat mulai bergerak keluar Jakarta menuju tol Cipularang, karakter mobil listrik langsung terasa. Geely EX2 menggunakan motor listrik permanent magnet synchronous motor dengan tenaga 85 kW dan torsi 150 Nm. Angkanya memang tidak terdengar besar, tetapi respons instan khas mobil listrik membuat akselerasinya terasa ringan di putaran bawah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mobil melaju halus tanpa suara mesin yang mengganggu. Bahkan ketika kecepatan mulai meningkat di jalan tol, kabin masih terasa cukup senyap. Hanya saja, saat melaju di atas 100 kilometer per jam, suara angin mulai sedikit terdengar dari area samping kendaraan.

Hal menarik lainnya adalah konfigurasi penggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD). Jarang ada SUV listrik kompak yang memakai layout seperti ini. Efeknya cukup terasa ketika mobil diajak bermanuver di jalan berliku menuju Sumedang. Bagian depan terasa lebih ringan saat masuk tikungan, sementara distribusi tenaga tetap terasa halus.

Halaman Selanjutnya

Karakter suspensinya juga cenderung nyaman. Kombinasi MacPherson di depan dan multi-link di belakang mampu meredam permukaan jalan yang tidak rata dengan cukup baik. Saat melewati jalan bergelombang maupun sambungan beton di tol, bantingan terasa empuk tanpa membuat mobil limbung berlebihan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |