Jakarta, VIVA – Pengunduran diri pejabat tinggi kembali terjadi pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memutuskan mundur pada Senin 27 Juli 2026.
Keputusan tersebut menambah daftar pejabat negara yang memilih meninggalkan posisinya lebih awal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mundurnya pimpinan bank sentral memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Sorotan kini mengarah pada proses penunjukan pengganti Gubernur Bank Indonesia.
Jabatan Gubernur BI dinilai sangat strategis karena berperan menjaga stabilitas moneter dan perekonomian nasional. Karena itu, setiap pergantian pimpinan selalu menjadi perhatian pelaku pasar, investor, dan dunia usaha.
Di sisi lain, keputusan Perry Warjiyo menambah dinamika politik dan ekonomi pada era pemerintahan Prabowo.
Berikut daftar pejabat yang mengundurkan diri sepanjang era pemerinatah Prabowo Subianto
Gus Miftah
Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah resmi melepas jabatan sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan pada 6 Desember 2024.
Keputusan itu diumumkan di Sleman, Yogyakarta, setelah beredarnya video ceramah yang memperlihatkan dirinya mengolok-olok seorang pedagang es teh.
Satryo Soemantri Brodjonegoro
Satryo mengundurkan diri sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 19 Februari 2025 setelah sekitar empat bulan bergabung di Kabinet Prabowo.
Ia mengaku memilih mundur karena merasa kinerjanya belum memenuhi ekspektasi pemerintah.
"Utamanya karena saya sudah bekerja keras selama empat bulan ini. Namun, karena mungkin tidak sesuai harapan dari pemerintah, ya saya lebih baik mundur daripada diberhentikan," ujar Satryo.
Sebelum mundur, Satryo sempat menjadi sorotan akibat polemik rotasi pegawai di lingkungan kementeriannya.
Direktur Utama BEI
Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Januari 2026. Keputusan itu terjadi setelah pasar saham mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut.
Petinggi OJK
Beberapa jam setelah pengunduran diri Iman Rachman, sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memilih mundur pada 30 Januari 2026 menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mahendra Siregar melepas jabatan sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK.
Inarno Djajadi mengundurkan diri sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.
Halaman Selanjutnya
I.B. Aditya Jayaantara juga meninggalkan posisi Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Transaksi Efek.

9 hours ago
6











