VIVA – Kasus kematian seorang petugas keamanan di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, masih menjadi perhatian publik. Namun di tengah ramainya pembahasan mengenai proses penyelidikan polisi, perhatian Denny Sumargo justru tertuju pada sisi kemanusiaan yang lebih dalam, yakni nasib anak korban yang harus kehilangan sosok ayah secara tragis.
Unggahan Denny Sumargo di media sosial langsung menarik perhatian warganet karena tidak hanya mempertanyakan perkembangan kasus, tetapi juga mengingatkan publik untuk melihat dampak emosional yang dialami keluarga korban, terutama anak yang ditinggalkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam unggahannya, Denny Sumargo terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya petugas keamanan Waduk Jatiluhur yang diketahui bernama Sumarna. "Turut Berduka Cita Sedalam-Dalamnya. RIP Security Waduk Jatiluhur," demikian dikutip dari unggahannya di Instagram, Rabu, 29 Juli 2026.
Salah satu bagian yang disorot Denny Sumargo adalah perasaan anak korban yang kehilangan ayahnya. "Berita ini sudah diusut belum? pelaku2nya katanya belum ketangkap?? Apa infonya kelewat ya? Kadang yang bikin miris bukan cuma tragedinya, tapi cara kita memberi perhatian. Karena setiap anak yang kehilangan ayahnya, rasa sakitnya sama," tulis Denny.
Banyak warganet menilai pesan itu sangat relevan karena sering kali perhatian publik hanya terfokus pada kronologi kejadian, sementara kondisi psikologis keluarga korban luput dari sorotan.
Tak sedikit juga yang membandingkan dengan sorotan kepada anak terduga pelaku pencurian ayam di Bali. "Anak terduga maling ayam dapat donasi Rp150 jt, anak pekerja halal dapat apa?" kata netizen di kolom komentar.
"Maaf tanpa mengurangi empati sama kasus maling ayam di Bali, kasus ini yang harusnya dapat perhatian lebih," komentar yang lain. "Ini yang seharusnya diviralin dan dibantu. Terima kasih Ko Den udah up ini," tulis netizen.
Kronologi Penemuan Satpam Waduk Jatiluhur
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebelumnya, seorang petugas keamanan ditemukan meninggal dunia di kawasan Tanggul Kayat, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, pada Jumat pagi, 24 Juli 2026 sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban pertama kali ditemukan oleh rekan sesama petugas keamanan yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Penemuan jenazah dengan kondisi kedua tangan terborgol ke belakang langsung menggegerkan warga sekitar.
Halaman Selanjutnya
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa korban diketahui bekerja sebagai satpam. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dicari oleh rekan-rekannya karena sejak dini hari tidak dapat dihubungi.

10 hours ago
3











