Di Hadapan Presiden, Quraish Shihab Sampaikan Pesan Nuzulul Quran: Islam Mengutamakan Perdamaian

2 days ago 2

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA – Peringatan turunnya Al-Qur'an atau Nuzulul Quran tidak hanya menjadi momentum religius bagi umat Islam, tetapi juga saat untuk merefleksikan pesan-pesan besar yang terkandung di dalam kitab suci tersebut. Pakar tafsir Al-Qur’an Indonesia, Quraish Shihab, menegaskan bahwa salah satu pesan utama Al-Qur'an adalah membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh toleransi.

Hal itu disampaikan Quraish Shihab saat memberikan ceramah dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Selasa 10 Maret 2026. Menurutnya, makna perdamaian sudah ditegaskan sejak awal turunnya Al-Qur'an.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur'an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar yang digambarkan sebagai malam yang penuh kedamaian.

“Salamun hiya hatta matla'il fajr. Damai sampai terbit fajar. Fajar yang dimaksud bukan hanya fajar hari ini, tetapi sampai kehidupan kita di masa mendatang,” kata Quraish Shihab dalam ceramah tersebut, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, ayat tersebut menggambarkan bahwa pesan kedamaian yang dibawa Al-Qur'an tidak bersifat sementara, melainkan berlaku sepanjang kehidupan manusia.

Quraish Shihab juga menekankan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai perdamaian, bahkan ketika umatnya berada dalam situasi konflik. Dalam pandangannya, Al-Qur'an justru mendorong umat Islam untuk mengutamakan jalan damai apabila peluang itu terbuka.

Ia menuturkan bahwa dalam Al-Qur'an terdapat pesan agar umat Islam menerima ajakan damai dari pihak lain, sekalipun terdapat kekhawatiran akan adanya tipu daya. Menurutnya, prinsip tersebut menunjukkan bahwa Islam lebih mengedepankan perdamaian daripada permusuhan.

Lebih jauh, Quraish Shihab menjelaskan bahwa kedamaian tidak hanya berkaitan dengan hubungan antarnegara atau kelompok masyarakat. Kedamaian sejati, menurutnya, harus dimulai dari dalam diri manusia.

“Kedamaian bermula dari jiwa kita. Dari jiwa itu kemudian menyebar ke masyarakat dan akhirnya ke dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Al-Qur'an memberikan banyak petunjuk yang mengarahkan manusia menuju kehidupan yang damai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Melalui Al-Qur'an Allah memberi petunjuk ke jalan-jalan kedamaian,” kata Quraish Shihab.

Namun Quraish Shihab mengingatkan bahwa keberagaman jalan menuju kebaikan tersebut tidak berarti manusia harus terpecah belah. Ia menegaskan bahwa Al-Qur'an tidak melarang manusia untuk memiliki kelompok atau pandangan yang berbeda.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, yang dilarang adalah sikap berpecah belah yang merusak persatuan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |