Di Tengah Rumor Hubungan Retak, Presiden Iran Sampaikan Pernyataan Mengejutkan soal Mojtaba Khamenei

3 hours ago 1

loading...

Presiden Iran Masoud Pezeshkian akui komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei sangat sulit saat ini. Foto/Mehr News Agency

TEHERAN - Di tengah rumor mengenai keretakan di jajaran kepempinan Iran, Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan pernyataan mengejutkan terkait Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei. Pezeshkian mengaku komunikasi dengan Mojtaba sangat sulit saat ini.

Mojtaba (56)—yang terluka dalam serangan hari pertama Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran 28 Februari—belum muncul di hadapan publik sejak menggantikan ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dalam serangan yang sama.

Baca Juga: Presiden Iran: Komunikasi dengan Mojtaba Khamenei Sangat Sulit

Pezeshkian menegaskan bahwa meskipun tidak tampil di depan publik, Mojtaba Khamenei tetap memainkan peran penting dalam langkah balasan Iran.


Apa Kata Pezeshkian?

"Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, namun bagaimanapun juga, kehadirannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami untuk terus melangkah," ujar Pezeshkian, sebagaimana dikutip kantor berita AFP, Kamis (6/8/2026).

Mojtaba berkomunikasi melalui pernyataan tertulis, namun sikapnya yang tidak menonjol di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat telah memicu spekulasi mengenai hubungannya dengan para pejabat tinggi lainnya. Yang patut dicatat, dia tidak hadir dalam upacara pemakaman ayahnya bulan lalu.

Namun, Pezeshkian membela pemimpinnya tersebut, dengan menegaskan bahwa dia telah mengadakan pertemuan yang produktif dengannya dan disambut dengan "kebaikan serta logika yang sangat masuk akal".

"Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan pihak-pihak yang berniat buruk untuk menggambarkan dirinya secara berbeda dan menampilkan citra yang keliru tentang dirinya," ujarnya.

Rumor Keretakan Hubungan

Pernyataan Pezeshkian muncul di tengah rumor yang menyebutkan bahwa Mojtaba telah mengeluarkan "ultimatum terakhir" kepadanya dan memberikan dukungannya kepada Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ahmad Vahidi, dalam keputusan-keputusan penting terkait negosiasi dan konflik tersebut.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |