Sudah 81 Tahun Tragedi Hiroshima dan Nagasaki, Ini Jumlah Bom Nuklir Dunia Sekarang

3 hours ago 1

loading...

Bom nuklir yang dijatuhkan AS di Hiroshima (kiri) pada 6 Agustus 1945 dan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Serangan di Jepang ini akhiri Perang Dunia II. Foto/George R. Caron/Charles Levy/via Wikipedia

JAKARTA - Dunia sedang memperingati 81 tahun pengeboman nuklir di Hiroshima dan Nagasaki yang terjadi pada hari-hari terakhir Perang Dunia II. Serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Jepang tersebut, yang masing-masing dilancarkan pada 6 dan 9 Agustus 1945, menewaskan sekitar 150.000 hingga 246.000 orang.

Angka kematian itu mencakup korban yang tewas seketika akibat ledakan fisi nuklir maupun mereka yang meninggal dunia akibat luka-luka dan penyakit radiasi menjelang akhir tahun 1945.

Baca Juga: AS Susun Strategi Senjata Nuklir Baru untuk Potensi Perang Melawan Rusia dan China

Para korban serangan bom nuklir yang meluluhlantakkan kedua kota itu sebagian besar adalah warga sipil, dan hingga saat ini, pengeboman tersebut tercatat sebagai penggunaan senjata nuklir pertama dan satu-satunya dalam konflik bersenjata.

Serangan-serangan Amerika itu masih menjadi topik yang sangat kontroversial; belum pernah tercapai konsensus mengenai tujuan sebenarnya, aspek moralitas, maupun legalitas tindakan tersebut.

Menurut para peneliti yang pro-AS, serangan itu mendorong Jepang untuk menyerah dan membantu mencegah "Operation Downfall"—rencana serangan amfibi ke wilayah inti Jepang—yang diperkirakan akan menelan ratusan ribu korban jiwa di kedua belah pihak.

Namun, pihak pengkritik berpendapat bahwa pengeboman nuklir tersebut merupakan tindakan berlebihan yang sama sekali tidak memiliki tujuan militer, serta dianggap sebagai kejahatan perang dan serangan teror negara terbesar yang pernah terjadi. Menurut para peneliti ini, Jepang sebenarnya sudah berada di ambang kehancuran akibat blokade laut yang berkepanjangan dan pengeboman konvensional. Penyerahan diri Jepang lebih didorong oleh keputusan Uni Soviet untuk ikut serta dalam perang pada 8 Agustus, bukan oleh serangan di Hiroshima dan Nagasaki.

Sebagian pihak meyakini bahwa tujuan sebenarnya dari serangan nuklir tersebut adalah untuk menguji persenjataan baru di medan perang sekaligus untuk mengintimidasi Uni Soviet. Selain itu, jumlah korban jiwa akibat serangan di Hiroshima dan Nagasaki setara dengan korban akibat kampanye pengeboman menggunakan bom pembakar yang terkenal kejam di Tokyo dan sekitarnya pada Maret 1945—serangan yang, meskipun menyebabkan kehancuran hebat, tidak memaksa Jepang untuk menyerah.

Berapa Jumlah Bom Nuklir Dunia Sekarang?

Saat ini, diperkirakan terdapat lebih dari 12.000 hulu ledak nuklir dari berbagai jenis yang disimpan oleh negara-negara pemilik senjata nuklir di seluruh dunia.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan masa puncak Perang Dingin, ketika diperkirakan terdapat 70.000 senjata nuklir, yang sebagian besar dimiliki oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat. Meskipun jumlahnya telah berkurang, persenjataan yang tersisa masih dianggap lebih dari cukup untuk memusnahkan umat manusia.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |