Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

6 hours ago 2

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:38 WIB

VIVA – Diabetes tipe 2 selama ini lebih dikenal sebagai penyakit yang memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa dampaknya tidak berhenti di sana. Penyakit ini juga berkaitan erat dengan kesehatan mental, terutama pada mereka yang didiagnosis di usia muda.

Temuan tersebut memperkuat pentingnya penanganan diabetes secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada pengendalian gula darah, tetapi juga kondisi psikologis pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Benarkah diabetes tipe 2 di usia muda meningkatkan risiko gangguan mental?

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine menemukan bahwa orang yang didiagnosis diabetes tipe 2 sebelum usia 40 tahun memiliki kemungkinan lebih besar menjalani perawatan rumah sakit akibat gangguan kesehatan mental dibandingkan mereka yang tidak mengidap diabetes.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 1,5 juta orang di Hong Kong. Para peneliti membandingkan data pasien diabetes tipe 2 dengan kelompok yang tidak memiliki penyakit tersebut berdasarkan usia, jenis kelamin, dan waktu masuk rumah sakit.

Selama masa pemantauan sekitar 7,8 tahun, pasien diabetes diketahui menghabiskan lebih banyak waktu menjalani rawat inap. Menariknya, pada kelompok yang didiagnosis sebelum usia 40 tahun, sekitar 38,4% total hari perawatan di rumah sakit berkaitan dengan gangguan kesehatan mental.

Gangguan yang paling sering ditemukan meliputi:

  • Depresi
  • Skizofrenia
  • Gangguan bipolar

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa perempuan dengan diabetes tipe 2 usia muda memiliki angka rawat inap akibat masalah kesehatan mental yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Hubungan diabetes dan kesehatan mental bersifat dua arah

Para ahli menjelaskan bahwa hubungan antara diabetes tipe 2 dan gangguan mental bukanlah hubungan satu arah.

Seseorang yang mengidap diabetes memiliki risiko dua hingga tiga kali lebih tinggi mengalami depresi. Sebaliknya, orang dengan gangguan mental tertentu juga lebih rentan terkena diabetes tipe 2.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut para pakar, kedua kondisi tersebut memiliki beberapa mekanisme biologis yang sama, antara lain:

  • Aktivasi berlebihan sistem saraf akibat stres.
  • Gangguan pada sistem respons stres tubuh (hipotalamus-hipofisis-adrenal).
  • Peningkatan hormon stres seperti kortisol yang dapat memperburuk kadar gula darah sekaligus memengaruhi suasana hati.

Halaman Selanjutnya

Selain depresi, sekitar 40% pasien diabetes juga mengalami gangguan kecemasan. Bahkan, penderita skizofrenia diketahui memiliki risiko dua hingga lima kali lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan populasi umum.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |