Dibintangi Teman Disabilitas, Film Istimewa Langsung Dibanjiri Ribuan Penonton di Hari Pertama Penayangan

2 days ago 2

Kamis, 17 September 2026 - 23:55 WIB

VIVA – Hari pertama penayangan film Istimewa di bioskop Indonesia turut diwarnai kegiatan nonton bersama yang melibatkan sekitar 7.500 anak penyandang disabilitas dari berbagai komunitas di seluruh provinsi Indonesia.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari momentum perilisan film drama keluarga yang mengangkat kisah anak-anak penyandang disabilitas, sekaligus memperkenalkan pengalaman dan perjuangan mereka melalui cerita di layar lebar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Produser Istimewa, Abdullah Mansuri atau yang akrab disapa Ayah Mansuri, mengatakan keterlibatan komunitas disabilitas dalam momen penayangan perdana memiliki arti tersendiri. Menurutnya, cerita dalam film tersebut tidak terlepas dari pengalaman nyata yang dialami teman-teman penyandang disabilitas.

“Film Istimewa adalah film kita semua. Hari ini, sekitar 7.500 anak istimewa dari berbagai komunitas di seluruh provinsi Indonesia nonton bareng untuk merayakan penayangannya. Kami ingin kebahagiaan atas hadirnya film ini bisa dirasakan bersama oleh teman-teman istimewa,” ujar Abdullah Mansuri dalam keterangannya, dikutip Kamis 17 September 2026. 

Film yang disutradarai Ruben Adrian tersebut mengambil sejumlah kisah nyata dari komunitas disabilitas untuk kemudian dirangkai menjadi cerita tentang keluarga, kehilangan, persahabatan, dan penerimaan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam film ini adalah keterlibatan talenta penyandang disabilitas sebagai pemeran utama. Mereka tidak hanya hadir sebagai bagian dari cerita, tetapi menjadi tokoh yang membawa perjalanan film dari awal hingga akhir.

Cerita berpusat pada Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul yang tinggal bersama di Rumah Istimewa. Kelimanya menganggap Pak Mahendra sebagai sosok ayah yang selama ini memberikan rasa aman, kasih sayang, sekaligus penerimaan.

Namun, situasi berubah ketika Pak Mahendra tiba-tiba tidak lagi bersama mereka. Kelimanya kemudian memutuskan untuk keluar dari Rumah Istimewa dan mencari sosok yang selama ini mereka panggil Ayah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjalanan tersebut mempertemukan mereka dengan berbagai pengalaman baru. Di tengah pencarian, hubungan kelima tokoh itu menjadi bagian penting dari cerita, terutama dalam menggambarkan bagaimana keluarga tidak selalu dibentuk oleh hubungan darah.

Kehadiran Pak Mahendra juga menjadi gambaran mengenai pentingnya ruang yang membuat anak-anak penyandang disabilitas merasa diterima dan memiliki kesempatan untuk berkembang.

Halaman Selanjutnya

Selain mengangkat cerita tentang keluarga, film ini membawa gagasan yang lebih luas mengenai dukungan terhadap anak-anak penyandang disabilitas. Hal tersebut juga berkaitan dengan rencana Abdullah Mansuri untuk membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi Indonesia apabila film tersebut mencapai satu juta penonton.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |