Jakarta, VIVA – Momen bahagia pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju sempat diwarnai perbincangan hangat di media sosial. Penyebabnya adalah unggahan Ahmad Dhani yang membahas soal posisi anak laki-laki terhadap ayah, hingga memicu beragam tafsir dari netizen.
Unggahan itu ramai diperbincangkan karena muncul berdekatan dengan suasana haru keluarga saat rangkaian acara pernikahan berlangsung. Banyak warganet menduga ada pesan tertentu yang ingin disampaikan pentolan Dewa 19 tersebut. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam unggahannya, Ahmad Dhani membagikan penjelasan yang merujuk pada hadis mengenai hak ayah terhadap anak laki-laki.
"Pernyataan anak laki-laki adalah milik ayahnya. Merujuk pada hadis riwayat Ibnu Majah dan Abu Dawud yang menyatakan engkau dan hartamu milik ayahmu," bunyi unggahan yang dibagikan Ahmad Dhani di Instagram, dikutip Senin 27 April 2026.
"Ini bermakna ayah memiliki hak atas harta anak untuk kebutuhan mendesak, dan anak laki-laki menjadi penerus tanggung jawab ayah sebagai pemimpin keluarga, serta wajib berbakti dan menafkahi orang tua," lanjut isi unggahan tersebut.
Tak butuh waktu lama, unggahan itu langsung dikaitkan dengan momen emosional Maia Estianty saat prosesi siraman El Rumi. Dalam acara tersebut, Maia sempat mengenang masa ketika harus berpisah dengan anak-anaknya.
"Di usiamu yang baru 8 tahun, kita pernah harus berpisah. Berpisah untuk sementara waktu itu, Sayangku," ucap Maia dengan suara bergetar.
"Dari hari itu Bunda belajar menjadi ibu yang tidak bisa memeluk kamu setiap hari sampai sekarang," lanjutnya.
Spekulasi yang berkembang kemudian menyebut unggahan Ahmad Dhani sebagai sindiran halus kepada mantan istrinya. Namun, anggapan itu segera dibantah langsung oleh Ahmad Dhani.
"Sebenarnya hal itu lebih ke arah diskursus bahwa banyak orang yang menyalahpahami soal hadis nabi," jelasnya di YouTube Intens Investigasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Dhani, unggahan tersebut dibuat untuk mengajak masyarakat memahami hadis secara utuh, termasuk latar belakang kemunculannya.
"Supaya orang itu belajar lagi namanya asbabul wurud, sebab-sebab diturunkannya hadis. Memang ada hadis ibumu, ibumu, dan ibumu, tetapi konteks melayani bukan dalam konteks berbakti dan itu yang saya dengar dari ustaz Adi Hidayat," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Ia menilai masih banyak masyarakat yang memahami hadis tanpa melihat konteks yang melatarbelakanginya.

2 hours ago
1



























