Senin, 27 April 2026 - 17:44 WIB
VIVA –Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Sabtu akhir pekan lalu, telah membatalkan perjalanan para negosiatornya, Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan, dengan mengatakan tidak ada gunanya "duduk-duduk dan membicarakan hal yang tidak penting".
Meskipun gencatan senjata dalam perang AS-Israel dengan Iran yang dimulai pada 8 April sejauh ini telah diperpanjang hingga batas yang tidak ditentukan, namun gelombang kejut ekonomi dari perang tersebut terus bergema di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi kebuntuan masih terjadi di Selat Hormuz, jalur air vital global, karena Iran membatasi pergerakan kapal yang melalui selat tersebut. Disisi lain, AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Ditanya apakah penghentian perjalanan negosiator AS tersebut berarti kembalinya permusuhan terbuka dengan Iran, Trump membantahnya. "Tidak, itu tidak berarti demikian."
Pada hari Minggu, Trump sepertinya melunak dengan mengatakan bahwa Teheran dapat menghubungi Washington jika ingin negosiasi untuk mengakhiri perang.
"Saya katakan, kita tidak akan melakukan ini lagi. Kita memiliki semua kartu. Jika mereka ingin berbicara, mereka dapat datang kepada kita, atau mereka dapat menghubungi kita, Anda tahu ada telepon, kita memiliki saluran yang aman dan bagus." kata Trump dilansir France24, Senin.
Trump berada di bawah tekanan domestik yang meningkat, dengan harga bensin di Amerika Serikat yang naik akibat penutupan Hormuz oleh Iran dan pemilihan paruh waktu yang dijadwalkan pada bulan November.
Sementara Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi pada hari Minggu, melakukan safari diplomatik dengan melakukan perjalanan ke Oman sebelum kembali ke Pakistan dan kemudian menuju Moskow untuk melakukan pembicaraan diplomatik yang gencar, karena para mediator mendesak untuk menghidupkan kembali pembicaraan antara Teheran dan AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam foto yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Iran ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, kanan, berjabat tangan dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq selama pertemuan mereka, di Muscat.
Sebagai tanda bahwa upaya tidak langsung sedang berlangsung, kantor berita Fars melaporkan bahwa Iran telah mengirimkan "pesan tertulis" kepada Amerika melalui mediator Pakistan yang "berisi beberapa garis merah Republik Islam Iran, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz".
Halaman Selanjutnya
Namun, pesan-pesan tersebut bukanlah bagian dari negosiasi apa pun, kata Fars.

2 hours ago
1



























