Superbank Belum Tebar Dividen di RUPST Perdana Pasca IPO, Manajemen Ungkap Alasannya

1 hour ago 2

Senin, 27 April 2026 - 19:00 WIB

Jakarta, VIVA – PT Super Bank Indonesia Tbk (Superbank) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk pertama kalinya, sejak resmi menjadi perusahaan publik pada Desember 2025.

Direktur Keuangan Superbank, Melisa Hendrawati mengatakan, dalam RUPST perdana ini pihaknya memutuskan belum akan membagikan dividen untuk tahun buku 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini mengacu pada Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT), yang mengatur dividen hanya boleh dibagikan jika perseroan mempunyai saldo laba yang positif.

"Maka untuk tahun ini bank belum memiliki rencana untuk membagikan dividen di tahun ini," kata Melisa dalam keterangannya, Senin, 27 April 2026.

Sementara Presiden Direktur Superbank, mengatakan, Tigor M. Siahaan mengatakan, pelaksanaan RUPST ini menjadi tonggak penting bagi Superbank dalam melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat pasca IPO, sejalan dengan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025.

Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, Superbank mencatatkan Laba Sebelum Pajak sebesar Rp 143,3 miliar pada tahun 2025, didukung oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 160 persen (yoy) menjadi Rp 1,6 triliun, serta ekspansi kredit yang tumbuh 50 persen (yoy) menjadi Rp 9,6 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat signifikan sebesar 139 persen (yoy) menjadi Rp 11,8 triliun, sementara total aset tumbuh 87 persen (yoy) menjadi Rp 21,3 triliun yang mencerminkan ekspansi bisnis yang sehat dan terukur.

"RUPST pertama kami sebagai perusahaan publik menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi tata kelola sekaligus melanjutkan pertumbuhan solid yang telah kami bangun," kata Tigor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menambahkan, pencapaian kinerja di tahun 2025 mencerminkan keberhasilan strategi digital berbasis ekosistem yang kami jalankan secara disiplin, serta meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap Superbank.

"Ke depan, kami akan terus memperluas penetrasi layanan digital melalui kolaborasi strategis dalam ekosistem mulai dari OVO Nabung, Kartu Untung bersama KakaoBank, hingga integrasi pengajuan Pinjaman Atur Sendiri di Grab dan OVO untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dan mudah diakses," ujarnya.

Ilustrasi bendera China

Gangguan Pasokan Minyak Dunia Bawa Berkah bagi China

Gangguan pasokan minyak global justru membawa berkah bagi China. Laba industri melonjak dua digit didorong ekspor kuat dan booming AI meski biaya energi meningkat.

img_title

VIVA.co.id

27 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |