Hati-Hati! Cuaca Panas Ekstrem Ternyata Bisa Ganggu Otak, Jantung, dan Ginjal

2 hours ago 1

Senin, 27 April 2026 - 17:45 WIB

Jakarta, VIVA Cuaca panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir semakin sering terjadi di berbagai negara, termasuk kawasan tropis seperti Indonesia. Suhu udara yang mencapai 34–35°C atau lebih, terutama jika disertai kelembapan tinggi, sudah dianggap sebagai kondisi yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia. 

Menurut lembaga kesehatan internasional seperti World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), paparan panas berlebihan bukan hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga dapat memicu gangguan serius pada organ tubuh. Scroll untuk info lebih lanjut...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena ini menjadi perhatian global karena gelombang panas (heatwave) dilaporkan meningkat akibat perubahan iklim. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap dampaknya terhadap kesehatan. 

1. Dehidrasi

Salah satu efek paling umum dari cuaca panas ekstrem adalah dehidrasi. Saat suhu tinggi, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat sebagai mekanisme pendinginan alami. Namun, proses ini juga menyebabkan hilangnya cairan dan elektrolit penting seperti natrium dan kalium. Menurut CDC, dehidrasi akibat panas dapat menyebabkan gejala seperti:

- rasa haus berlebihan
- mulut kering
- urin berwarna gelap
- pusing dan lemas

Jika tidak segera ditangani, dehidrasi bisa berkembang menjadi gangguan ginjal dan penurunan fungsi organ tubuh.

2. Heat Exhaustion

Ketika tubuh tidak lagi mampu mengatur suhu secara efektif, seseorang dapat mengalami heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Kondisi ini biasanya terjadi setelah paparan suhu tinggi dalam waktu lama, terutama saat aktivitas fisik. Gejalanya meliputi:

- keringat berlebihan
- mual atau muntah
- sakit kepala
- tubuh terasa lemah
- pingsan ringan

WHO menjelaskan bahwa heat exhaustion adalah tahap peringatan sebelum kondisi yang lebih berbahaya, yaitu heatstroke. Jika diabaikan, kondisi ini bisa berkembang dengan cepat menjadi keadaan darurat medis.

3. Heatstroke

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Heatstroke merupakan kondisi paling berbahaya akibat cuaca panas. Pada tahap ini, sistem pengatur suhu tubuh gagal bekerja sehingga suhu inti tubuh bisa naik hingga lebih dari 40°C. CDC menyebut heatstroke sebagai kondisi darurat medis yang dapat menyebabkan:

- kebingungan atau hilang kesadaran
- kulit panas dan kering
- denyut jantung sangat cepat
- kerusakan organ permanen
- risiko kematian

Halaman Selanjutnya

Tanpa penanganan cepat, heatstroke dapat berakibat fatal hanya dalam hitungan jam.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |