VIVA – Valve resmi memperbarui sistem rekomendasi harga regional di Steam pada Maret 2026. Perubahan ini tidak langsung menaikkan harga game, tetapi berpotensi memengaruhi banderol game di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pembaruan ini berfokus pada data ekonomi yang digunakan dalam sistem penentuan harga. Steam kini memakai dataset terbaru yang mencerminkan kondisi pasar global hingga awal 2026, termasuk perubahan nilai tukar, daya beli masyarakat, serta kebiasaan belanja digital.
Perlu dipahami, Steam tidak menetapkan harga secara langsung. Platform ini hanya menyediakan alat bantu di Steamworks untuk developer dan publisher. Dari situ, mereka akan mendapatkan rekomendasi harga berdasarkan berbagai metode, namun keputusan akhir tetap ada di tangan pengembang.
Meski begitu, banyak developer, terutama indie biasanya mengikuti rekomendasi tersebut. Artinya, perubahan data ini bisa berdampak nyata pada harga game yang dirilis ke depan.
Tiga Metode Baru Penentu Harga
Steam kini menghadirkan tiga pendekatan utama dalam konversi harga:
1. Kurs Mata Uang (Exchange Rate)
Harga dihitung murni dari nilai tukar dolar ke mata uang lokal. Metode ini cenderung menghasilkan harga lebih mahal di negara berkembang.
2. Daya Beli (Purchasing Power)
Mempertimbangkan pendapatan dan kemampuan belanja masyarakat lokal, sehingga harga lebih terjangkau.
3. Multi-Variabel
Kombinasi kurs, daya beli, dan perilaku pasar. Ini jadi metode yang paling sering dipakai karena dianggap seimbang.
Sebagai gambaran, game seharga USD 59,99 bisa direkomendasikan sekitar Rp999 ribu jika memakai kurs murni, tetapi turun ke kisaran Rp289 ribu jika memakai pendekatan daya beli, atau sekitar Rp469 ribu dengan metode campuran.
Dampak untuk Gamer Indonesia
Bagi gamer di Indonesia, dampaknya tidak akan terasa secara instan. Namun, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi:
- Harga game AAA bisa perlahan naik
Dengan data ekonomi terbaru, rekomendasi harga bisa sedikit lebih tinggi dibanding sebelumnya, terutama untuk game besar.
- Game indie tetap relatif terjangkau
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Banyak developer kecil masih memilih pendekatan daya beli agar game mereka lebih mudah dijangkau.
- Perbedaan harga antar negara bisa mengecil
Halaman Selanjutnya
Seiring pasar Asia Tenggara berkembang, harga game bisa semakin mendekati standar global.

2 hours ago
1



























