Jakarta, VIVA – Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan, besarnya dampak diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, rangkaian kerja sama yang terbangun dalam hubungan Indonesia-Prancis telah menghasilkan komitmen ekonomi senilai US$15 miliar, setara seperempat dari total investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) yang masuk ke Indonesia dalam setahun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan itu disampaikan Anindya dalam acara Kadin Diplomatic Economic Breakfast Meeting di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat 12 Juni 2026.
Anindya menegaskan bahwa diplomasi ekonomi yang dijalankan pemerintah saat ini bukan sekadar agenda seremonial antarnegara, melainkan menghasilkan manfaat konkret berupa investasi dan perdagangan yang berdampak langsung terhadap perekonomian nasional.
“Sekarang, kita semua tahu bahwa investasi asing langsung (FDI) di Indonesia sekitar US$60 miliar,” ujar Anindya.
Ia kemudian membeberkan hasil kerja sama yang terbangun dari hubungan bilateral Indonesia dan Prancis dalam beberapa kunjungan kenegaraan terakhir.
“Dan selama kunjungan kenegaraan Prancis-Indonesia ini, yang tidak hanya terjadi sekali, nilainya sudah mencapai US$15 miliar, yaitu sekitar 25 persen dari FDI tahunan. Jadi, inilah yang telah kita lakukan dengan satu negara, Prancis,” katanya.
Menurut Anindya, capaian tersebut menunjukkan bahwa strategi diplomasi ekonomi yang didorong Presiden Prabowo mampu membuka peluang investasi baru dalam skala besar. Karena itu, pendekatan serupa akan diperluas ke lebih banyak negara mitra strategis Indonesia.
“Nah, di sini, kita kedatangan Yang Mulia dari banyak negara lain, negara-negara sahabat, dan kita sudah bahas bahwa bahkan minggu depan, Presiden kita bersama Pak Menlu akan pergi ke Kazan. Di sini juga ada Duta Besar Rusia, selamat datang,” ujarnya.
“Jadi kami ingin melakukan lebih banyak lagi, tidak hanya dengan Prancis tetapi juga dengan banyak negara lain di dunia,” lanjut Anindya.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa diplomasi ekonomi telah menjadi instrumen penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jadi, itulah yang saya maksud dengan diplomasi ekonomi dalam bentuk terbaiknya,” tegasnya.
Anindya juga mengapresiasi langkah Menteri Luar Negeri Sugiono yang melakukan reformasi di lingkungan Kementerian Luar Negeri dengan membentuk Direktorat Jenderal Diplomasi Ekonomi sebagai ujung tombak baru penguatan hubungan ekonomi internasional Indonesia.
Halaman Selanjutnya
“Dan Pak Menlu juga membentuk vertikal baru di kementerian yaitu Direktorat Jenderal Diplomasi Ekonomi. Dan ini adalah contoh yang sangat baik tentang bagaimana kita melihat pemerintah mendorong diplomasi ekonomi ini ke depan,” katanya.

1 day ago
3















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)