Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:00 WIB
VIVA –Sebuah laporan terbaru mengungkap rencana rahasia Rusia dalam membantu Iran menyerang pasukan AS di kawasan Timur Tengah. Dalam dokumen rahasia yang dikutip The Economist menyebutkan bahwa Moskow mengirimkan bantuan 5 ribu drone serat optic jarak pendek serta sejumlah drone jarak jauh berpemandu satelit.
Tak hanya itu saja, Moskow juga disebut menawarkan pelatihan bagi personel Iran untuk mengoperasikan kedua jenis drone tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan itu menjadi bukti pertama yang menunjukkan bahwa Rusia kemungkinan siap memasok senjata inovatif dalam jumlah besar kepada Teheran, yang berpotensi menimbulkan korban besar di pihak Amerika Serikat dan sekutunya.
Rencana pengiriman drone tersebut disebut merupakan bagian dari proposal setebal 10 halaman yang disusun oleh GRU, badan intelijen militer Rusia, untuk dipresentasikan kepada Iran. Proposal tanpa tanggal itu juga dilengkapi enam diagram dan peta pulau-pulau di lepas pantai Iran.
Dalam analisanya, The Economist memperkirakan dokumen tersebut disusun dalam enam minggu pertama perang, ketika peluang Presiden Donald Trump mengirim pasukan darat untuk menyerang Iran, termasuk kemungkinan merebut Pulau Kharg yang merupakan fasilitas minyak penting, masih sangat besar.
Meski begitu, belum ada kepastian apakah proposal tersebut benar-benar diserahkan kepada Iran atau apakah Rusia sudah mengirimkan drone-drone itu ke Teheran.
Pakar intelijen Rusia, Christo Grozev, mengatakan proposal tersebut sejalan dengan berbagai indikasi meningkatnya kerja sama militer antara Rusia dan Iran di kawasan.
Ia menilai rencana itu juga konsisten dengan bukti lain yang menunjukkan GRU tengah mencari cara untuk memperbesar dukungan Rusia kepada Iran dalam menghadapi perang melawan AS dan Israel.
Dugaan Bantuan Lain Rusia untuk Iran
Hampir sebulan setelah perang dimulai pada akhir Maret, pejabat intelijen Barat mengklaim Moskow tengah bersiap mengirim versi terbaru drone jarak jauh tipe Shahed kepada Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai informasi, Rusia pertama kali membeli drone Shahed dari Iran pada 2022 dan mulai memproduksinya sendiri dengan sejumlah peningkatan teknologi pada 2023.
Versi buatan Rusia disebut memiliki kemampuan lebih baik untuk menghindari pertahanan udara dan mampu membawa muatan lebih besar, meski tidak dianggap sebagai perubahan besar dari sisi kemampuan tempur.
Halaman Selanjutnya
Berbeda dengan drone jarak jauh tersebut, drone serat optik jarak pendek milik Rusia memang kurang lincah bermanuver, tetapi mampu mengirim gambar video lebih tajam dan tidak memancarkan sinyal radio yang bisa dilacak musuh untuk menemukan operatornya.

5 days ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)