Dongkrak Belanja K/L di Februari, Purbaya Coba Ratakan Dampak Ekonomi di Sepanjang Tahun Anggaran

4 hours ago 3

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:38 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, peningkatan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) hingga 85,5 persen per Februari 2026, bertujuan untuk meratakan dampak ekonomi dari belanja pemerintah sepanjang tahun anggaran.

Dia menyatakan, akselerasi belanja pada awal tahun merupakan desain yang disengaja, untuk mencegah penumpukan belanja pemerintah pada akhir tahun yang kerap kali membuat anggaran belanja tak terserap penuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Purbaya pun membantah dugaan bahwa lonjakan belanja disebabkan banyaknya K/L pada Kabinet Merah Putih.

“Enggak (membengkak karena banyaknya K/L). Karena sekarang (belanja) kami desain supaya dampak belanja pemerintah merata sepanjang tahun. Di awal tahun, kami desak (K/L) untuk belanja lebih cepat dari tahun lalu,” kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [tangkapan layar]

Diketahui, belanja K/L meningkat 85,5 persen yoy dengan nilai realisasi tercatat sebesar Rp 155,0 triliun, atau 10,3 persen dari target. Sementara belanja non-K/L terealisasi sebesar Rp 191,0 triliun atau 11,7 persen dari target, tumbuh 49,4 persen (yoy).

Sehingga, pertumbuhan belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai 63,7 persen (yoy), dengan realisasi Rp 346,1 triliun atau 11,0 persen dari target.

Apabila ditambah dengan realisasi transfer ke daerah (TKD) yang naik 8,1 persen yoy dengan realisasi Rp 147,7 triliun atau 21,3 persen dari target, maka realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp 493,8 triliun atau 12,8 persen dari target atau melonjak 41,9 persen (yoy).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara pendapatan negara terkumpul sebesar Rp 358 triliun atau 11,4 persen dari target APBN sebesar Rp 3.153,6 triliun, tumbuh sebesar 12,8 persen.

Maka, APBN mencetak defisit sebesar Rp 135,7 triliun atau 0,53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 28 Februari 2026, dengan keseimbangan primer mengalami defisit Rp 35,9 triliun.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Sebut Dapat Sinyal Positif dari Prabowo soal Ambil Alih PNM, Begini Katanya

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, telah melaporkan rencana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) alias PNM kepada Presiden Prabowo Subianto.

img_title

VIVA.co.id

13 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |