Dua Ancaman Besar El Nino Mengintai, AHY Ungkap Persiapan Pemerintah

5 hours ago 2

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:36 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino yang diperkirakan beririsan dengan musim kemarau.

Dua ancaman utama menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, yakni risiko krisis air dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, dirinya diundang mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan untuk membahas strategi menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan semakin kuat.

“Iya saya mendapatkan undangan untuk mengikuti rapat terbatas yang saya tahu tentang mengantisipasi cuaca ekstrim, khususnya El Nino yang berhimpitan dengan masa kemarau,” kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa 28 J

Menurut AHY, pemerintah memfokuskan perhatian pada dua persoalan yang dinilai paling krusial. Pertama, memastikan ketersediaan air tetap terjaga di tengah ancaman kemarau panjang.

Ia menegaskan, pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara efisien agar pasokan air bersih bagi masyarakat tetap terpenuhi, sekaligus menjamin kebutuhan irigasi untuk menjaga produktivitas sektor pertanian.

“Jadi tentu kita harus mengantisipasi paling tidak dua isu utama. Yang pertama adalah kekurangan air, kekeringan, ketika terjadi El Nino apalagi dengan status yang kuat misalnya, maka kita harus memastikan air kita cukup,” jelas dia.

“Sumber daya air yang harus dikelola dengan efisien untuk memastikan suplai air bersih untuk rumah tangga, termasuk tentunya irigasi untuk mengairi sawah-sawah dan meningkatkan atau menjaga produktivitas pertanian kita juga dapat dijamin dengan baik,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air, pemerintah juga membuka peluang melakukan operasi modifikasi cuaca apabila kondisi di lapangan mengharuskannya. Langkah tersebut akan dikoordinasikan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menjaga ketersediaan air di waduk maupun danau.

“Kemudian tentunya selain itu kita harus mengantisipasi jika memang sangat diperlukan, tentu kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan waduk-waduk kita debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau,” tutur AHY.

Halaman Selanjutnya

Ancaman kedua yang menjadi perhatian pemerintah adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan. AHY menilai karhutla merupakan persoalan serius yang harus dicegah sejak dini agar titik-titik api tidak berkembang menjadi kebakaran besar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |