Eks Diplomat Korut: Penggulingan Maduro Jadi Mimpi Buruk Kim Jong Un

3 hours ago 1

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:11 WIB

Seoul, VIVA – Operasi Amerika Serikat yang menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada bulan ini berpotensi memicu kekhawatiran serius di Pyongyang. 

Mantan utusan Korea Utara untuk Kuba, Lee Il-kyu, menilai peristiwa tersebut dapat membuat pemimpin Korea Utara Kim Jong Un merasa dirinya juga rentan terhadap skenario penggulingan atau penculikan layaknya Maduro.

Lee Il-kyu, mantan penasihat politik Korea Utara di Kuba periode 2019–2023, dalam wawancara dengan AFP, mengatakan serangan cepat yang dilakukan militer AS di Caracas menjadi mimpi buruk bagi kepemimpinan Korea Utara.

"Kim pasti merasa bahwa apa yang disebut operasi 'pemenggalan kepala' benar-benar mungkin terjadi," kata Lee, yang kini bekerja di sebuah lembaga think tank di Seoul.

Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri saat dihadirkan di Pengadilan New York, AS.

Kepemimpinan Korea Utara selama ini kerap menuduh Amerika Serikat berupaya menggulingkan rezimnya. Pyongyang juga berulang kali menyatakan bahwa pengembangan senjata nuklir dan rudal diperlukan sebagai alat pencegah terhadap dugaan upaya perubahan rezim oleh Washington.

Namun, Lee—yang membelot ke Korea Selatan pada November 2023—menilai penggulingan Maduro akan memicu kepanikan di kalangan elite Korea Utara yang sangat terobsesi dengan keamanan.

Kim disebut akan melakukan langkah-langkah ekstrem untuk melindungi dirinya. Ia akan "merombak seluruh sistem terkait keamanannya dan tindakan balasan jika terjadi serangan terhadap dirinya," kata Lee.

Selama bertugas di Havana, Kuba—sekutu utama rezim sosialis Maduro di Amerika Latin—Lee berperan mempromosikan kepentingan Korea Utara di kawasan tersebut. 
Ia terlibat dalam berbagai negosiasi tingkat tinggi, termasuk membantu mengamankan pembebasan kapal Korea Utara yang ditahan di Panama pada 2013, sebuah pencapaian yang membuatnya menerima pujian langsung dari Kim Jong Un.

Salah satu tugas terakhirnya adalah upaya untuk mencegah Kuba menjalin hubungan diplomatik dengan Korea Selatan, meski upaya tersebut akhirnya gagal.

Rasa frustrasi yang mendalam terhadap sistem di Pyongyang membuat Lee menjadi salah satu diplomat tingkat tertinggi yang membelot dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya sudah muak," katanya.

Ia mengatakan penolakan promosi setelah menolak menyuap atasannya menjadi titik puncak yang mendorong keputusannya untuk membelot dari Korut. 

Halaman Selanjutnya

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat dalam operasi militer cepat pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Penangkapan ini, yang juga melibatkan istrinya, Silia Flores, terjadi setelah serangkaian ledakan mengguncang Caracas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |