Jakarta, VIVA – Nama Juda Agung kembali menjadi sorotan setelah mundur dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bahkan terang-terangan menyebutnya sebagai salah satu kandidat kuat untuk posisi Wakil Menteri Keuangan.
“Saya kan sudah ketemu dengan beliau (Juda Agung), dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026, usai acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026.
Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Apalagi, Juda dikenal sebagai teknokrat senior dengan rekam jejak panjang di kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, hingga level internasional.
Kombinasi pengalaman akademik dan birokrasi keuangan membuat namanya dinilai sangat relevan untuk posisi strategis di Kementerian Keuangan. Berikut profil Juda Agung, sebagaimana dirangkum pada Rabu, 28 Januari 2026.
Profil Juda Agung
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung.
Juda Agung lahir di Pontianak pada 1964. Pendidikan awalnya ditempuh di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 1987 dari bidang Teknologi Pertanian. Meski latar awalnya bukan ekonomi, jalur karier akademiknya kemudian mengarah kuat ke bidang keuangan dan makroekonomi.
Ia melanjutkan studi ke University of Birmingham, Inggris, dan meraih gelar Master of Science di bidang Money, Banking and Finance pada 1995. Di universitas yang sama, ia juga menyelesaikan PhD di bidang Economics pada 1999.
Di tingkat internasional, Juda tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) di Washington DC pada periode 2017–2019. Jabatan ini memberinya pengalaman langsung dalam isu stabilitas keuangan global, kerja sama ekonomi multilateral, serta dinamika krisis dan pemulihan ekonomi lintas negara.
Kariernya di Bank Indonesia juga terbilang strategis. Ia pernah menjadi Asisten Gubernur BI yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada periode 2020–2022. Bidang ini berperan penting dalam menjaga ketahanan sektor keuangan nasional dari risiko sistemik.
Juda Agung kemudian resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021 dan dilantik pada 6 Januari 2022, dengan masa jabatan yang seharusnya berlangsung hingga 2027. Namun, ia mengundurkan diri dari posisi tersebut sejak 13 Januari 2026.
Halaman Selanjutnya
Dengan latar belakang akademik kuat, pengalaman di IMF, serta posisi kunci di BI, Juda Agung dipandang sebagai figur teknokrat yang memiliki perspektif luas antara kebijakan moneter dan fiskal. Tak heran jika namanya kini masuk radar sebagai calon kuat Wakil Menteri Keuangan.

2 hours ago
1














