Amerika Serikat, VIVA – Kematian Kurt Cobain pada 5 April 1994 mengguncang dunia musik dan meninggalkan duka mendalam bagi para penggemar Nirvana. Saat itu, Kantor Pemeriksa Medis King County menyimpulkan bahwa musisi berusia 27 tahun tersebut meninggal akibat bunuh diri menggunakan senapan Remington Model 11 kaliber 20 gauge di rumahnya di Seattle.
Namun, lebih dari tiga dekade berlalu, kasus ini kembali menjadi sorotan. Sebuah tim ilmuwan forensik independen dari sektor swasta meninjau ulang hasil autopsi dan materi tempat kejadian perkara (TKP). Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mereka melibatkan Brian Burnett, spesialis yang berpengalaman menangani kasus overdosis yang disertai trauma tembak. Bersama peneliti Michelle Wilkins, tim tersebut memaparkan sejumlah temuan yang dinilai janggal dan tidak sepenuhnya selaras dengan kesimpulan resmi.
Berikut sejumlah poin yang menjadi sorotan dalam laporan forensik terbaru:
Kesimpulan Mengejutkan dari Spesialis Forensik
Setelah tiga hari menelaah bukti dengan sudut pandang baru, Burnett menduga adanya pembunuhan pada Kurt Cobain.
“Ini adalah pembunuhan. Kita harus melakukan sesuatu tentang ini," katanya, melansir Daily Mail, Kamis 12 Februari 2026.
Pernyataan itu muncul usai peninjauan menyeluruh terhadap hasil autopsi yang dinilai menunjukkan ketidaksesuaian dengan kematian akibat tembakan instan.
Kerusakan Organ yang Dinilai Tidak Lazim
Wilkins menyoroti adanya nekrosis atau kerusakan pada otak dan hati.
“Nekrosis pada otak dan hati terjadi dalam kasus overdosis. Itu tidak terjadi pada kematian akibat tembakan senapan,” ujarnya.
Autopsi juga mencatat adanya cairan di paru-paru serta perdarahan pada mata—temuan yang disebut lebih umum pada overdosis heroin ketimbang kematian cepat akibat tembakan di kepala.
Dugaan Overdosis Sebelum Tembakan
Laporan forensik baru menyebut Cobain kemungkinan dilumpuhkan terlebih dahulu melalui overdosis heroin sebelum ditembak. Polisi sebelumnya memang menyatakan Cobain menyuntikkan heroin hingga sepuluh kali lipat dosis normal, bahkan bagi pengguna berat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dia sekarat karena overdosis, sehingga hampir tidak bisa bernapas, dan aliran darahnya sangat lemah," kata Wilkins.
Kondisi TKP yang Terlalu ‘Rapi’Perlengkapan heroin ditemukan beberapa meter dari tubuh Cobain dalam keadaan tertata, termasuk jarum suntik yang sudah ditutup kembali.
Halaman Selanjutnya
“Kita diminta percaya bahwa dia menutup kembali jarum dan merapikan semuanya setelah menyuntik tiga kali, karena itulah yang dilakukan seseorang saat sekarat. Bunuh diri biasanya berantakan, dan ini adalah TKP yang sangat bersih,” kata Wilkins.

4 weeks ago
10











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
