Fakta Mencengangkan Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Tewaskan 9 Orang, Polisi: Mortir Dipotong Pakai Gergaji

4 weeks ago 9

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:10 WIB

Biak, VIVA – Misteri ledakan mortir sisa Perang Dunia II yang menewaskan sembilan warga di Kabupaten Biak Numfor, Papua, akhirnya mulai terkuak.

Hasil penyelidikan polisi mengungkap, bom tersebut diduga meledak ketika sedang dipotong menggunakan gergaji besi oleh lima orang warga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Temuan itu diperoleh setelah tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Papua melakukan pemeriksaan ilmiah terhadap lokasi kejadian, serpihan logam, hingga material yang ditemukan di sekitar titik ledakan.

Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Papua, Ajun Komisaris Besar Polisi I Gede Suhartawan mengatakan, hasil analisis menunjukkan ledakan bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipicu aktivitas pemotongan bom.

“Berdasarkan hasil analisis ilmiah, ledakan dipicu oleh aktivitas pemotongan mortir menggunakan gergaji besi,” katanya, dikutip Jumat, 17 Juli 2026.

Pemeriksaan kimia forensik juga memastikan mortir itu masih berisi Trinitrotoluene (TNT), bahan peledak berkategori high explosive yang memiliki daya ledak sangat tinggi.

Menurut Gede, TNT tidak akan meledak hanya karena terkena api. Namun, panas akibat gesekan gergaji dengan badan bom diduga memicu sistem peledaknya hingga terjadi detonasi.

“Gesekan antara mata gergaji dengan badan mortir menghasilkan panas yang mengenai fuse atau pemicu ledakan sehingga mengaktifkan booster dan akhirnya memicu detonasi terhadap muatan utama berupa TNT," ujarnya.

Tim Labfor turut mengidentifikasi titik awal ledakan berada di kolong rumah milik salah seorang warga. Di lokasi ditemukan kawah sedalam sekitar 80 sentimeter dengan diameter mencapai 3,6 meter, menunjukkan besarnya daya rusak ledakan tersebut.

Selama proses olah tempat kejadian perkara, polisi mengumpulkan 111 barang bukti, di antaranya 88 serpihan logam, mata gergaji besi, mata gerinda, mesin gerinda, proyektil logam, botol berisi serbuk yang diduga sisa bahan peledak, hingga pakaian milik para korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hasil uji Laboratorium Forensik menunjukkan bahwa serpihan logam tersebut identik dengan mortir yang masih utuh dan seluruhnya berasal dari jenis yang sama," ucap Gede.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Parasian Herman Gultom mengatakan, penyidik telah meminta keterangan dari 25 saksi untuk merekonstruksi seluruh rangkaian kejadian.

Halaman Selanjutnya

Dari hasil penyidikan sementara, polisi menduga ada lima warga yang melakukan aktivitas membongkar bom yang ternyata masih aktif hingga akhirnya memicu ledakan maut tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |