VIVA – Bagi pencinta sepakbola era 2000-an, nama El Hadji Diouf bukanlah sosok yang asing. Awal mula kemunculannya adalah ketika tampil gemilang di Piala Dunia 2002 saat membawa Senegal tampil mengejutkan.
Atas dasar itu, El Hadji Diouf membuat Liverpool memboyongnya dari RC Lens dengan nilai transfer sekitar 10 juta poundsterling atau sekitar Rp235 miliar. Digadang-gadang menjadi mesin gol The Reds, Diouf melempem.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia hanya mampu mencetak tiga gol dalam 55 pertandingan Premier League bersama Liverpool. Setelah itu, ia melanjutkan karier bersama sejumlah klub seperti Bolton Wanderers, Sunderland, Blackburn Rovers, Rangers, Doncaster Rovers, hingga Leeds United sebelum pensiun di Malaysia bersama Sabah FC.
Bahkan, legenda Liverpool Jamie Carragher pernah menyebut Diouf sebagai rekan setim terburuk yang pernah ia miliki sepanjang kariernya di Anfield.
Kini, setelah bertahun-tahun tanpa sorotan, berita buruk menyeret Diouf. Dia terseret masalah hukum dan dijatuhi hukuman penjara terkait tunggakan biaya nafkah anak.
Dilansir dari The Sun, Diouf dijatuhi hukuman penjara satu tahun dengan masa percobaan setelah gagal membayar biaya tunjangan anak senilai hampir 14 ribu poundsterling atau sekitar Rp290 juta.
Kasus tersebut bermula dari gugatan mantan istrinya, Valerie Bishop, yang melaporkan Diouf karena tidak memenuhi kewajibannya setelah perceraian mereka pada 2023.
Dalam putusan sebelumnya, Bishop mendapatkan hak asuh putri mereka, Keyla Diouf, yang kini berusia 17 tahun. Diouf juga diwajibkan membayar tunjangan sebesar 670 poundsterling per bulan, termasuk biaya sekolah dan kebutuhan medis sang anak.
Namun, Diouf disebut berhenti melakukan pembayaran sejak Maret 2024. Pengadilan akhirnya memerintahkan pria berusia 45 tahun itu untuk segera melunasi tunggakan selama dua tahun sebesar 13.220 poundsterling. Jika dirata-rata perbulannya selama dua tahun yakni Rp12 juta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sidang tersebut juga menjadi sorotan karena Diouf sebelumnya beberapa kali mangkir dari agenda persidangan sehingga proses hukum berjalan cukup panjang.
Tim kuasa hukum Valerie Bishop menilai Diouf sebenarnya mampu memenuhi kewajibannya. Mereka menyebut mantan pemain Senegal itu masih memiliki pemasukan dari iklan, properti, hingga pekerjaannya bersama federasi sepak bola Senegal.
Halaman Selanjutnya
Kini, Diouf harus segera membayar seluruh tunggakan tersebut jika tidak ingin benar-benar mendekam di penjara.

4 weeks ago
11















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)