Fenomena Baru! Mahasiswa Mulai Jadikan AI Partner Diskusi

6 days ago 6

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:44 WIB

Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah cara mahasiswa di Tanah Air dalam proses belajar di kampus. Jika dulu mahasiswa hanya mengandalkan dosen, buku atau teman kini mahasiswa mulai menjadikan AI sebagai partner diskusi untuk memahami materi kuliah, mengembangkan ide, hingga menciptakan inovasi dari hasil belajar di dalam kelas.

Fenomena penggunaan AI di lingkungan kampus menunjukkan perubahan pola belajar di kalangan mahasiswa. Teknologi tidak lagi sekadar dipakai untuk mencari jawaban instan, tetapi mulai digunakan sebagai ruang diskusi dan eksplorasi ide.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Country Marketing Manager Google Indonesia, Muriel M, membenarkan bahwa AI di lingkungan kampus tidak hanya berfokus pada membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga mendorong lahirnya kreativitas dan pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab. Muriel menyampaikan, Google mengembangkan teknologi AI dengan berbagai fitur baru yang semakin mendukung proses pembelajaran mahasiswa. Sejumlah teknologi seperti Veo 3, Lyria, hingga NotebookLM.

"Kami ingin melihat mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi AI ini untuk tiga hal. Yang pertama adalah untuk mendorong produktivitas perkuliahan. Itu nomor satu. Nomor dua adalah menciptakan solusi yang reafir di kampus. Ketiga adalah untuk menjadi role model," kata Muriel dalam acara Inagurasi Google Student Ambassador 2026 di Jakarta.

Syahdika Kurnia Azhari atau Dika, mahasiswa Teknik Elektro di Politeknik Negeri Medan, menjadi salah satu yang memanfaatkan AI sebagai teman diskusi. Ia terbiasa mempelajari berbagai hal yang bersifat praktikal, mulai dari rangkaian listrik hingga sistem teknik yang harus diuji secara langsung.

Selama bertahun-tahun, ia memandang dunia engineering sebagai sesuatu yang sepenuhnya fisik dan bergantung pada praktik laboratorium. Namun perspektif itu mulai berubah ketika ia mengenal Gemini, AI yang dikembangkan Google. 
Bagi Dika, AI bukan pengganti proses belajar utama, melainkan alat bantu untuk memperluas pemahaman. Ia menggunakan Gemini untuk menyusun ide, mengeksplorasi konsep, hingga memahami sistem teknik secara lebih menyeluruh.

“AI membantu saya melihat suatu sistem dari perspektif yang lebih luas. Jadi bukan hanya memahami teori, tetapi juga bagaimana konsep itu bisa dikembangkan,” beber Dika dalam sesi Talkshow Inagurasi Google Student Ambassador 2026 di Jakarta.

Halaman Selanjutnya

Dika juga memanfaatkan Gemini untuk mensimulasikan konsep sistem pengisian daya kendaraan listrik langsung dalam proses belajarnya. Hal yang sebelumnya membutuhkan perangkat lunak khusus kini bisa dieksplorasi lebih cepat melalui bantuan AI.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |