FIFA Respons Pernyataan IFAB soal Kesalahan Identitas yang Bikin Breel Embolo Dikartu Merah Kontra Argentina

1 week ago 3

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:03 WIB

VIVA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) merespons pernyataan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) soal penggunaan VAR terhadap kartu merah Breel Embolo. Itu banyak diasumsikan sebagai pengakuan kesalahan wasit.

Pada Selasa (28/7/2026), IFAB merilis pernyataan mengenai penggunaan VAR dengan menggunakan contoh kasus Embolo. Sang striker Swiss dikartu merah dalam laga kontra Argentina pada perempat final Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wasit Joao Pinheiro awalnya mengartu kuning Leandro Paredes karena dianggap melanggara Breel Embolo. Namun, setelah peninjauan melalui VAR, Pinheiro melihat Embolo melakukan diving.

Hal itu menyebabkan perubahan keputusan dengan Embolo mendapatkan kartu kuning keduanya. Sang striker asal Swiss dikartu merah ketika kedudukan 1-1 dan mengubah keadaan menjadi 3-1 untuk kemenangan Argentina.

Pernyataan IFAB yang mencuat di publik kemudian diasumsikan sebagai kesalahan Pinheiro dalam penggunaan VAR. Mereka menekankan bahwa VAR tidak dapat digunakan untuk pencabutan keputusan pada awalnya.

 "Kartu kuning [peringatan] yang bukan kartu kuning kedua hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang dihukum; pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau/diubah," kata IFAB, dilansir Reuters.

Namun, mereka juga menekankan bahwa keputusan seperti itu “diterima dengan baik dan dimasukkan dalam tinjauan”. Mereka membuka untuk melakukan amandemen terhadap peraturan, namun itu tidak akan digunakan hingga tinjauan selesai dilaksanakan.

"Penggunaan klausul identitas yang salah untuk menangani simulasi selama Piala Dunia FIFA 2026 diterima dengan baik dan akan dimasukkan dalam tinjauan rinci protokol VAR... namun, hal itu mungkin tidak digunakan sampai tinjauan tersebut selesai," tambahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

FIFA merespons melalui pernyataan seorang juru bicara lewat media sosial. Keputusan Pinheiro dalam situasi tersebut diakui tepat meski melalui interpretasi, hanya saja belum dituliskan secara jelas dalam buku aturan.

“Interpretasi FIFA tentang Kesalahan Identifikasi diterapkan secara konsisten selama Piala Dunia FIFA. Ada dua kejadian di mana seorang pemain secara keliru diidentifikasi telah melakukan pelanggaran kartu kuning dan VAR menyarankan wasit untuk mengoreksi kesalahan faktual yang disebabkan oleh simulasi lawan,” demikian pernyataan juru bicara FIFA.

Halaman Selanjutnya

“Simulasi itu sendiri tidak dapat disangkal dan seharusnya tidak berujung pada sanksi disiplin terhadap lawan yang kemudian dapat menyebabkan konsekuensi lebih lanjut, seperti pengusiran karena kartu kuning kedua atau skorsing pertandingan karena akumulasi peringatan,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |