VIVA – Polemik yang menyeret nama pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, kembali menjadi perhatian. Kali ini, fisioterapis Persija, Huh Jisub, melontarkan kritik terbuka terhadap figur publik yang disebutnya sebagai Bung Towel melalui unggahan Instagram Story.
Huh Jisub tampaknya tidak terima dengan informasi yang menurutnya keliru mengenai status sanksi yang diterima Shin Tae-yong. Ia menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi yang salah di tengah publik dan berujung pada munculnya kebencian terhadap pihak yang tidak berkaitan langsung dengan persoalan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam unggahannya, Huh Jisub menegaskan bahwa hukuman yang diterima Shin Tae-yong bukan berupa pencabutan lisensi kepelatihan. Ia menyebut sanksi tersebut hanya berlaku di Korea Selatan dan dijatuhkan oleh federasi sepak bola setempat, bukan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
"Jujur, saya heran kenapa cerita seperti ini bisa muncul. Maksud saya, kenapa hal yang tidak benar malah dibicarakan seolah-olah itu adalah sebuah fakta. Tentu saja, setiap orang bisa berbuat salah. Tapi, untuk seseorang yang bernama Bung Towel, sungguh aneh melihat bagaimana seorang figur publik bisa dengan seenaknya berbicara semaunya sendiri di mana-mana," tulis Huh Jisub.
Unggahan Huh Jisub
Photo :
- Tangkapan Layar Huh Jisub
Huh Jisub kecewa terhadap informasi yang beredar mengenai pelatih asal Korea Selatan tersebut. Ia kemudian memberikan penjelasan mengenai jenis sanksi yang disebutnya diterima Shin Tae-yong.
"Faktanya, Pelatih Shin Tae-yong saat ini dijatuhi sanksi (larangan mendampingi tim) selama 1 tahun HANYA di Korea Selatan oleh KFA, bukan oleh AFC. Ini pada dasarnya mirip dengan pemain atau ofisial yang mendapat kartu merah dan dilarang tampil dalam suatu pertandingan. Bukan berarti lisensi kepelatihannya dicabut," ucapnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Huh Jisub juga menilai persoalan tersebut sebenarnya dapat diketahui dengan mudah apabila informasi yang disampaikan kepada publik terlebih dahulu diverifikasi. Karena itu, ia menyarankan agar setiap pihak yang berbicara mengenai isu sepak bola melakukan pengecekan fakta sebelum menyampaikan pernyataan.
"Ini adalah fakta yang sangat mudah dipahami jika dia mau mencari tahu sedikit saja. Alangkah baiknya jika dia mau 'belajar' sedikit. Apakah karena dia malas, karena terlalu sulit, atau memang karena dia tidak bisa belajar?," katanya.
Halaman Selanjutnya
Kritik Huh Jisub kemudian semakin tajam ketika ia menyinggung dampak dari pernyataan seorang figur publik terhadap lingkungan sepak bola. Menurutnya, komentar yang tidak didasarkan pada informasi yang benar dapat memicu serangan verbal dan kebencian kepada orang-orang yang berada di sekitar klub.

5 hours ago
1











