Gaet Calon Debitur Lebih Luas, Industri Keuangan Mulai Adopsi Penilaian Skor Kredit Berbasis Data Alternatif

5 days ago 3

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:11 WIB

Jakarta, VIVA – Industri keuangan mulai membuka akses pembiayaan bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapat kredit karena tidak memiliki riwayat pinjaman formal. Langkah ini sejalan dengan upaya industri keuangan memanfaatkan data alternatif dapat menjangkau lebih banyak calon debitur.

Melalui pendekatan privacy-first analytics, PT Credit Bureau Indonesia (CBI) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengembangkan pendekatan analitik berbasis data alternatif untuk mendukung sistem pembiayaan yang lebih inklusif. Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem penilaian kredit yang lebih inklusif namun tetap aman bagi data pengguna.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendekatan berbasis data alternatif ini membantu lembaga keuangan menilai kelayakan kredit nasabah secara lebih luas dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan data. Dengan begitu, lembaga pembiayaan mampu menjangkau debitur lebih luas mencakup segmen masyarakat underserved, nasabah new-to-credit, pelaku UMKM, hingga masyarakat dengan penghasilan informal yang selama ini memiliki keterbatasan riwayat kredit formal.

"CBI sedang membangun generasi berikutnya dari infrastruktur biro kredit di Indonesia yang cepat, andal, dan responsif terhadap kebutuhan ekonomi digital," ujar Presiden Direktur Credit Bureau Indonesia, Anton Adiwibowo, dikutip dari keterangan tertulis pada Sabtu, 9 Mei 2026.

CBI menilai, kerja sama dengan IOH mencerminkan tren industri keuangan yang mulai mengandalkan teknologi analitik dan data alternatif untuk meningkatkan kualitas penilaian risiko kredit. Pendekatan tersebut dinilai mampu melengkapi model credit scoring konvensional yang selama ini bertumpu pada histori kredit formal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penilaian dilakukan menggunakan insight analitik yang telah dianonimkan dan diolah secara agregat yang berasal dari indikator terkait telekomunikasi, yang diproses dalam kerangka kerja yang aman dan menjaga privasi. CBI menegaskan tidak terdapat pertukaran data pribadi individu, dan seluruh proses dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) serta ketentuan OJK. 

Anton menyampaikan, kemitraan dengan IOH memperkuat Bureau Telco Score serta meningkatkan cakupan analisis kredit di berbagai wilayah dan segmen pendapatan yang selama ini kurang terlayani dengan pendekatan yang aman dan menjaga privasi.

Halaman Selanjutnya

Menurut dia, hal tersebut memberikan lembaga keuangan alat yang lebih baik untuk melayani masyarakat dengan akses layanan keuangan terbatas (underbanked) secara bertanggung jawab sekaligus mendorong agenda inklusi keuangan Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |