Habiburokhman: Banyak Pengamat yang Kritik Presiden, tapi Ada yang Merusak

3 hours ago 2

Senin, 13 April 2026 - 13:51 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengaku setuju dengan pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya soal inflasi pengamat

Ia menjelaskan bahwa banyak pengamat menyampaikan kritik ke Presiden Prabowo Subianto yang bersifat membangun. Namun, tak sedikit pengamat yang mengkritik Prabowo ke arah yang negatif, bahkan merusak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Prabowo Subianto

Photo :

  • Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden

"Banyak sekali pengamat yang menyampaikan kritik membangun yang disampaikan kepada Pemerintah Prabowo, dan banyak pula yang sudah ditindaklanjuti.   Namun demikian tidak semua kritik bagus, ada juga kritik yang tidak membangun dan bahkan merusak alias toxic," kata Habiburokhman dalam keterangannya, Senin, 13 April 2026. 

Menurut dia, ada pengamat yang mengklaim sebagai pengkritik, tetapi dia menilai yang disampaikan lebih merupakan propaganda hitam, kebohongan, dan kebencian. Dia pun menuding bahwa pihak-pihak itu mempunyai motif hendak merebut kekuasaan, baik konstitusional maupun inkonstitusioal.

"Kita tidak boleh menggeneralisir bahwa semua kritikan itu tidak bagus, sebaliknya kita juga tidak boleh menggeneralisir bahwa semua kritikan itu bagus. Kritikan yang bagus kita tindak lanjuti," kata Habiburokhman.

"Kritikan yang tidak bagus kita sikapi dengan edukasi kepada rakyat agar jangan sampai justru menjadi racun bagi demokrasi," sambungnya.

Dia mengatakan, kritik yang berisi ajakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo oleh Saiful Mujani dan beberapa tokoh lain juga perlu dikritisi. Dia mengatakan Saiful Mujani selama ini berseberangan dengan Presiden Prabowo.

"Apakah kritik Saiful Mujani murni disebarkan untuk perbaikan, atau hal tersebut hanya operasi politik partisan?" katanya.

Dia mengatakan Presiden Prabowo punya waktu setidaknya lima tahun untuk memenuhi janji-janji politiknya, dan rakyat bisa melakukan evaluasi pada Pemilu 2029 mendatang.

"Jika kinerja Pak Prabowo tidak memuaskan rakyat bisa hentikan mandat, namun jika dianggap memuaskan rakyat bisa lanjutkan memberi mandat untuk lima tahun berikutnya," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menjaga demokrasi. Selama kepemimpinannya, menurut dia, tidak ada seorangpun warga negara Indonesia yang dijatuhi hukuman karena mengkritik atau bahkan menghina Presiden Prabowo.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyinggung fenomena yang disebutnya "inflasi pengamat", dimana banyaknya pihak yang memberikan analisis di berbagai bidang tanpa didukung latar belakang dan data yang sesuai fakta.

Halaman Selanjutnya

"Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |