Menlu Iran Aragchi Sebut Kesepakatan Hampir Tercapai di Islamabad, Tuduh AS Totaliter

3 hours ago 1

Senin, 13 April 2026 - 14:20 WIB

VIVA – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan pada hari Senin, 13 April 2026, bahwa Iran sebenarnya tinggal "selangkah lagi" untuk menandatangani "MoU Islamabad" dengan AS ketika mereka dihadapkan dengan maksimalisme, perubahan target, dan blokade.

Pernyataan Araghchi muncul sehari setelah kedua pihak, yang bertemu di Islamabad Pakistan pada akhir pekan untuk mencari solusi berkelanjutan guna mengakhiri perang tetapi gagal mencapai terobosan apa pun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Araghchi menekankan bahwa Iran terlibat pembicaraan dengan Amerika Serikat "dengan itikad baik untuk mengakhiri perang" seperti yang ia gambarkan sebagai pembicaraan tingkat tertinggi antara kedua negara dalam hampir 50 tahun.

"Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan itikad baik untuk mengakhiri perang. Tetapi ketika hanya beberapa inci dari 'MoU Islamabad', kami menghadapi maksimalisme, perubahan tujuan, dan blokade. Tidak ada pelajaran yang didapat," tulis Araghchi dalam sebuah unggahan di X, tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang apa yang menggagalkan kesepakatan yang hampir tercapai. 

"Niat baik melahirkan niat baik. Permusuhan melahirkan permusuhan," tambahnya.

Beberapa jam sebelum pernyataan Araghchi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga mengindikasikan bahwa kesepakatan masih mungkin terjadi, tetapi mendesak Amerika Serikat untuk "meninggalkan totalitarianismenya” dan "menghormati" hak-hak Iran.

"Jika pemerintah Amerika meninggalkan totalitarianismenya dan menghormati hak-hak bangsa Iran, jalan untuk mencapai kesepakatan pasti akan ditemukan. Saya memuji anggota tim negosiasi, terutama saudara saya yang terhormat, Bapak Dr. Qalibaf, dan mengatakan 'Semoga Tuhan memberi Anda kekuatan'," tulis Pezeshkian di X.

Para pemimpin Iran menegaskan bahwa mereka memasuki perundingan dengan "itikad baik", percaya bahwa kesepahaman dapat dicapai yang akan mengarah pada pengakhiran permusuhan yang berkelanjutan di Asia Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Parlemen Iran, MK Ghalibaf, yang memimpin delegasi negara itu di Pakistan, juga mengatakan Iran memasuki perundingan dengan niat untuk mencapai kesepakatan tetapi AS tidak dapat dipercaya.

"Rekan-rekan saya di delegasi Iran, Minaab168, mengangkat inisiatif yang berwawasan ke depan, tetapi pihak lawan pada akhirnya gagal mendapatkan kepercayaan dari delegasi Iran dalam putaran negosiasi ini," tegasnya

Halaman Selanjutnya

Trump Sebut Kebuntuan Isu Nuklir

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |