Habiburokhman Sebut Kritik Dino Patti Djalal ke Prabowo Tendensius dan 'Membabi Buta'

1 week ago 13

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:33 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman angkat bicara soal kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terkait perjalanan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Dino tak pantas mengkritik perjalanan dinas luar negeri Prabowo.

"Sebagai mantan Wamenlu juga kurang etis jika Dino mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal

Photo :

  • Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Ia pun mengatakan bahwa kritik yang disampaikan Dino terhadap Prabowo tak produktif. Pasalnya, informasi yang diperoleh oleh Dino dinilai tak akurat dan tendensius terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.

"Sebagai sesama anak bangsa saya harus mengkritik balik Dino. Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat, bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekedar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo," kata dia.

Tak hanya itu, Habiburokhman juga menilai solusi yang diberikan Dino Patti Djalal aneh. Ia pun membandingkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berkunjung ke China meski hubungan kedua negara tersebut sempat memanas karena masalah perdagangan.

"Solusi yang disampaikan agar Pak Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain juga agak aneh. Di tengah ketidakpastian situasi global saat ini bahkan Donald Trump merasa perlu mengunjungi China untuk memperjuangkan kepentingan negaranya," katanya.

Namun, Ketua Komisi III DPR itu menyebut Presiden Prabowo perlu melakukan langkah proaktif ke berbagai negara dengan tujuan menjalin kerjasama di berbagai bidang.

"Menurut kami justru Presiden Prabowo harus sangat proaktif baik menerima kunjungan maupun juga mengunjungi pemimpin negara lain," kata Habiburokhman.

"Di Negara negara maju, mantan pejabat membatasi diri untuk mengkritik kinerja para penerus atau penggantinya. Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja," sambungnya.

Di sisi lain, Habiburokhman mengaku pemerintah Indonesia menerima segala kritik dan masukan dari berbagai pihak. Namun, menurutnya segala bentuk kritik harus lebih diperhatikan agar tak menjadi bumerang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal

Photo :

  • Yeni Lestari/VIVA

"Di era demokrasi dan keterbukaan tentu kita senantiasa membuka diri terhadap kritik, termasuk dari mantan pejabat tinggi seperti Dino Patti Djalal. Kritik mantan pejabat kepada penerusnya bahkan bisa menjadi bumerang jika publik membanding kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat," imbuhnya.

Halaman Selanjutnya

Diketahui, Dino Patti Djalal mempertanyakan intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selama sekitar satu setengah tahun terakhir. Ia menyinggung sejumlah hal mulai dari pembiayaan perjalanan, jumlah rombongan resmi, transparansi agenda, hingga peluang bertemu pemimpin negara lain dalam forum internasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |