VIVA – Masalah gigi berlubang atau karies masih menjadi salah satu persoalan kesehatan gigi yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir Oktober 2025, sebanyak 41,9 persen peserta dewasa tercatat mengalami karies gigi.
Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir 4 dari 10 peserta dewasa yang mengikuti pemeriksaan mengalami gigi berlubang. Temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa menjaga kesehatan gigi tetap menjadi bagian penting dari perawatan kesehatan sehari-hari, termasuk bagi orang yang sudah memasuki usia dewasa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karies terjadi ketika jaringan keras gigi mengalami kerusakan akibat proses yang berlangsung secara bertahap. Salah satu faktor yang berperan adalah plak, yakni lapisan yang terbentuk dari bakteri dan sisa makanan pada permukaan gigi. Ketika kebersihan gigi tidak terjaga, bakteri dalam plak dapat menghasilkan asam yang perlahan merusak lapisan gigi.
Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi risiko gigi berlubang. Konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, frekuensi ngemil yang tinggi, serta kurang optimal dalam membersihkan gigi dapat membuat gigi lebih rentan mengalami kerusakan. Karena itu, perawatan gigi sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika sudah muncul rasa sakit.
Menjaga kebersihan rongga mulut melalui kebiasaan menyikat gigi secara teratur menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penumpukan plak. Pemilihan pasta gigi juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan perawatan gigi. Sejumlah produk pasta gigi memiliki kandungan tambahan yang ditujukan untuk membantu membersihkan noda pada permukaan gigi.
Salah satunya adalah baking soda yang dikenal dapat membantu membersihkan noda pada permukaan gigi. Dalam formulasi tertentu, baking soda dapat dikombinasikan dengan tetrasodium pyrophosphate yang membantu mengurangi kecenderungan noda untuk kembali menempel pada permukaan gigi. Meski demikian, pencegahan karies tetap membutuhkan kebiasaan perawatan gigi secara menyeluruh dan tidak hanya mengandalkan satu kandungan dalam pasta gigi.
Masalah kesehatan gigi juga tidak berhenti pada karies. Data Kementerian Kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan sekitar satu dari dua peserta mengalami masalah gigi dan mulut, termasuk gigi berlubang, gigi goyang, hingga gusi turun. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya bau mulut atau halitosis.
Halaman Selanjutnya
Kebersihan mulut yang kurang terjaga, penumpukan plak, karies, gingivitis, hingga periodontitis merupakan sejumlah faktor lokal yang dapat memicu halitosis. Dengan demikian, bau mulut yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak hanya ditutupi dengan produk penyegar napas, tetapi juga menjadi alasan untuk memperhatikan kondisi gigi dan gusi.

2 days ago
11




















