Harga Makanan Naik, Daging hingga Sayuran Semakin Mahal!

3 weeks ago 18

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:04 WIB

Jakarta, VIVA – Lonjakan harga pangan kembali menghantui masyarakat. Kini, kenaikan harga tak lagi hanya terjadi pada komoditas tertentu seperti daging sapi atau kopi, tetapi mulai merata di hampir seluruh rak supermarket di Amerika Serikat (AS). 

Data terbaru U.S. Bureau of Labor Statistics menunjukkan harga bahan makanan di AS naik hampir 3 persen pada April 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut menjadi kenaikan tercepat dalam hampir tiga tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan harga juga terjadi secara luas. Dari enam kategori utama bahan makanan, lima di antaranya mengalami peningkatan harga, menandakan tekanan inflasi mulai menyebar ke hampir seluruh kebutuhan pangan rumah tangga.

Salah satu pemicu utama kenaikan harga pangan disebut berasal dari lonjakan biaya energi global. Harga energi yang meningkat membuat biaya produksi, pengiriman, hingga penyimpanan bahan makanan ikut melonjak.

“Rumah tangga Amerika terus merasakan dampak lonjakan biaya energi, menambah tekanan inflasi yang sudah mereka hadapi sejak pandemi,” kata ekonom senior strategi investasi di Edward Jones, James McCann, sebagaimana dikutip dari Aol, Jumat, 22 Mei 2026.

“Selain itu, dengan Selat Hormuz yang masih praktis tertutup, risiko bahwa tekanan harga ini belum mencapai puncaknya semakin meningkat,” lanjutnya.

Laporan Food News Trade Team juga menyebut ketidakstabilan pasar energi global ikut mendorong naiknya biaya produksi di rantai pasok pangan. Pada April 2026, biaya energi tercatat naik 3,8 persen dan menyumbang lebih dari 40 persen kenaikan inflasi secara keseluruhan.

Kondisi tersebut terjadi karena sektor pangan sangat bergantung pada energi. Bahan bakar digunakan di hampir seluruh proses, mulai dari pertanian, distribusi, hingga produk sampai ke rak supermarket.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan harga paling terasa terjadi pada produk protein dan bahan makanan segar. Harga daging, unggas, ikan, dan telur naik 1,3 persen pada April. Khusus daging sapi, kenaikannya mencapai 2,7 persen. Sementara itu, harga buah dan sayuran naik 1,8 persen. Minuman nonalkohol meningkat 1,1 persen dan produk susu naik 0,8 persen.

Karena produk-produk tersebut merupakan kebutuhan utama rumah tangga, konsumen disebut semakin merasakan tekanan harga dalam belanja mingguan mereka. Jika dilihat dalam setahun terakhir, harga buah dan sayuran naik paling tinggi, yakni 6,1 persen. Minuman nonalkohol juga meningkat 5,1 persen, sedangkan sereal dan produk roti naik 2,6 persen.

Halaman Selanjutnya

Harga daging, unggas, ikan, dan telur juga naik 1,5 persen dibanding tahun lalu. Hanya produk susu yang bergerak berlawanan dengan penurunan sebesar 0,6 persen. Tak hanya bahan makanan di supermarket, harga makanan di restoran juga terus naik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |